Kementerian Pertahanan gelar rapim pekan depan
Kamis, 16 Januari 2020 16:20 WIB
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Totok Sugiharto saat menyapa awak media dalam acara silaturahmi di Gedung Kemenhan Jakarta, Kamis (16/1/2020). (ANTARA/ Abdu Faisal)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Puskom Kemhan) Brigadir Jenderal TNI Totok Sugiharto mengatakan Kemhan akan menggelar Rapat Pimpinan pada 23 Januari pekan depan.
Ia mengajak awak media ikut hadir meliput acara Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan Kamis pekan depan itu saat membuka acara silaturahmi media di Gedung Kemhan Jakarta, Kamis.
"23 Januari ini Kemhan akan melaksanakan Rapim. Silakan rekan-rekan media sekalian bisa hadir," ajak Totok kepada puluhan awak media yang hadir dalam acara Silaturahmi Kemhan bersama Media.
Totok menambahkan, Rapim Kemhan pekan depan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju.
"Insya Allah akan dihadiri Presiden dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju," kata Totok.
Dalam kesempatan itu, Totok juga memperkenankan Staf Khusus bidang Komunikasi Publik untuk Menteri Pertahanan dan Wakil Menteri Pertahanan untuk menyapa awak media.
"Ini adalah sesi pertama kita berkumpul bersama. Pak Totok dalam bidang Kehumasan dan saya dan pak Doni dalam bidang Komunikasi Publik," ujar Staf Khusus bidang Komunikasi Publik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada awak media.
Dahnil menyampaikan keinginan Kementerian Pertahanan menggelar lebih banyak lagi pertemuan dengan media, bahkan ada rencana diskusi rutin bersama media dalam rangka membahas isu-isu geopolitik dan geostrategis.
"Saya sudah ngobrol dengan teman Humas dan minta approval dengan Pak Prabowo terkait ini. Kami ingin membuat diskusi rutin dengan teman media," ujar Dahnil.
Dahnil mengatakan acara diskusi rutin tersebut adalah salah satu bentuk strategi komunikasi publik yang akan lebih digiatkan lagi oleh Kemhan agar informasi mengenai pemerintah terutama bidang pertahanan bisa sampai kepada publik secara proporsional dan benar.
"Kami ingin mendesain, yang saya sebut ada gap antara teman-teman yang merepresentasikan publik dan kami di dalam yang merepresentasikan pertahanan. Gap ini yang ingin kami jawab. Jadi kalaupun informasi yang negatif misalnya, itu dipastikan tidak mengganggu pertahanan dan keamanan kita," ujar Dahnil.
Ia mengajak awak media ikut hadir meliput acara Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan Kamis pekan depan itu saat membuka acara silaturahmi media di Gedung Kemhan Jakarta, Kamis.
"23 Januari ini Kemhan akan melaksanakan Rapim. Silakan rekan-rekan media sekalian bisa hadir," ajak Totok kepada puluhan awak media yang hadir dalam acara Silaturahmi Kemhan bersama Media.
Totok menambahkan, Rapim Kemhan pekan depan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju.
"Insya Allah akan dihadiri Presiden dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju," kata Totok.
Dalam kesempatan itu, Totok juga memperkenankan Staf Khusus bidang Komunikasi Publik untuk Menteri Pertahanan dan Wakil Menteri Pertahanan untuk menyapa awak media.
"Ini adalah sesi pertama kita berkumpul bersama. Pak Totok dalam bidang Kehumasan dan saya dan pak Doni dalam bidang Komunikasi Publik," ujar Staf Khusus bidang Komunikasi Publik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada awak media.
Dahnil menyampaikan keinginan Kementerian Pertahanan menggelar lebih banyak lagi pertemuan dengan media, bahkan ada rencana diskusi rutin bersama media dalam rangka membahas isu-isu geopolitik dan geostrategis.
"Saya sudah ngobrol dengan teman Humas dan minta approval dengan Pak Prabowo terkait ini. Kami ingin membuat diskusi rutin dengan teman media," ujar Dahnil.
Dahnil mengatakan acara diskusi rutin tersebut adalah salah satu bentuk strategi komunikasi publik yang akan lebih digiatkan lagi oleh Kemhan agar informasi mengenai pemerintah terutama bidang pertahanan bisa sampai kepada publik secara proporsional dan benar.
"Kami ingin mendesain, yang saya sebut ada gap antara teman-teman yang merepresentasikan publik dan kami di dalam yang merepresentasikan pertahanan. Gap ini yang ingin kami jawab. Jadi kalaupun informasi yang negatif misalnya, itu dipastikan tidak mengganggu pertahanan dan keamanan kita," ujar Dahnil.
Pewarta : Abdu Faisal
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI AL bangun koarmada baru di Kaltim dan Ambon untuk perkuat pertahanan di laut
03 November 2025 11:28 WIB
Indra Sjafri akui timnas Indonesia U-20 sulit bongkar pertahanan Yordania
25 January 2025 7:20 WIB, 2025
Kualifikasi Piala Dunia 2026 - Australia perkuat lini pertahanan jelang jamu timnas Indonesia
17 January 2025 15:17 WIB, 2025
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB