Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah pembangunan Cekdam multi fungsi Balang Sikuyu, Pemda Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kini membangun lagi Bendungan Batu Massong dengan anggaran Rp2,3 miliar.
Pembangunan Bendungan tersebut diharapkan dapat menyulap lahan kering seluas 1.600 Ha menjadi tanah produktif di Desa Layoa, Kecamatan Pa?jukukang dan Kecamatan Gantarangkeke, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Batu Massong di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kamis.
Bersama Bupati, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang Ir Isprasetya Basuki dan sejumla pejabat Jaringan Irigasi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga turut melakukan peletakan batu pertama.
Areal seluas itu selama ini sangat bergantung pada hujan. Bahkan pernah dilakukan pemompaan air dari mobil tangki pemadam kebakaran karena petani terlanjur menanam kemudian terjadi kekeringan.
Itu terjadi di Desa Layoa. Untungnya, dalam waktu yang tidak terlalu lama, hujan sudah mulai turun sehingga pemompaan air PDAM dihentikan, ucap Bupati.
Menurut Bupati, kehadiran Bendungan Batu Massong tak hanya bermanfaat pada pengairan, khususnya terhadap lahan tadah hujan, tetapi juga berfungsi sebagai pengendali banjir dan pembagi air.
Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada rakyatnya. Ia optimistis, bila kelak Bendungan ini berfungsi, Bantaeng bisa memproduksi beras empat kali setahun. `?Wilayah kita memang kecil, namun strategis serta memiliki potensi pada tiga klaster yakni pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi yang masing-masing memiliki keunggulan sendiri-sendiri.
Karena itu, ia berharap kepada masyarakat di sekitar proyek agar memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan bendungan tersebut agar bisa rampung tepat waktu.
Agar Bendung tersebut berfungsi maksimal, Bupati Bantaeng juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga hutan di sekitarnya.
"Proyek ini tak akan berarti apa-apa bila hutan di sekitarnya gundul. Karena itu, pelihara pohon dan hutan yang ada agar pada musim hujan, air bisa dikendalikan," pintanya.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang Ir Isprasetya Basuki mengatakan, proyek pembagi air ini sudah lama direncanakan, namun baru kesempatan ini bisa dilakukan.
Bangunan pengendali banjir dan untuk irigasi ini diharapkan rampung dalam waktu 150 hari kerja. Ia berharap kepada PT Pilar Sejati yang menjadi pelaksana proyek agar melaksanakan tanggungjawabnya sesuai tenggat waktu dan tepat mutu yang diberikan agar masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan Bendungan ini.
Kepala Dinas PU Kabupaten Bantaeng Arsyad Borahima melaporkan pembangunan proyek pengarah air yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat petani di daerah ini.
(T.pso-102/F003)
Pembangunan Bendungan tersebut diharapkan dapat menyulap lahan kering seluas 1.600 Ha menjadi tanah produktif di Desa Layoa, Kecamatan Pa?jukukang dan Kecamatan Gantarangkeke, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Batu Massong di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kamis.
Bersama Bupati, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang Ir Isprasetya Basuki dan sejumla pejabat Jaringan Irigasi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga turut melakukan peletakan batu pertama.
Areal seluas itu selama ini sangat bergantung pada hujan. Bahkan pernah dilakukan pemompaan air dari mobil tangki pemadam kebakaran karena petani terlanjur menanam kemudian terjadi kekeringan.
Itu terjadi di Desa Layoa. Untungnya, dalam waktu yang tidak terlalu lama, hujan sudah mulai turun sehingga pemompaan air PDAM dihentikan, ucap Bupati.
Menurut Bupati, kehadiran Bendungan Batu Massong tak hanya bermanfaat pada pengairan, khususnya terhadap lahan tadah hujan, tetapi juga berfungsi sebagai pengendali banjir dan pembagi air.
Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada rakyatnya. Ia optimistis, bila kelak Bendungan ini berfungsi, Bantaeng bisa memproduksi beras empat kali setahun. `?Wilayah kita memang kecil, namun strategis serta memiliki potensi pada tiga klaster yakni pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi yang masing-masing memiliki keunggulan sendiri-sendiri.
Karena itu, ia berharap kepada masyarakat di sekitar proyek agar memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan bendungan tersebut agar bisa rampung tepat waktu.
Agar Bendung tersebut berfungsi maksimal, Bupati Bantaeng juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga hutan di sekitarnya.
"Proyek ini tak akan berarti apa-apa bila hutan di sekitarnya gundul. Karena itu, pelihara pohon dan hutan yang ada agar pada musim hujan, air bisa dikendalikan," pintanya.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang Ir Isprasetya Basuki mengatakan, proyek pembagi air ini sudah lama direncanakan, namun baru kesempatan ini bisa dilakukan.
Bangunan pengendali banjir dan untuk irigasi ini diharapkan rampung dalam waktu 150 hari kerja. Ia berharap kepada PT Pilar Sejati yang menjadi pelaksana proyek agar melaksanakan tanggungjawabnya sesuai tenggat waktu dan tepat mutu yang diberikan agar masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan Bendungan ini.
Kepala Dinas PU Kabupaten Bantaeng Arsyad Borahima melaporkan pembangunan proyek pengarah air yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat petani di daerah ini.
(T.pso-102/F003)