Distribusi Guru tidak Merata
Sabtu, 31 Juli 2010 14:48 WIB
Makassar (ANTARA News) - Distribusi guru di sejumlah daerah di Indonesia tidak merata, sehingga mengakibatkan banyak daerah yang kekurangan tenaga pengajar, kata Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia Sulistyo, di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan sebagian besar guru, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun yang bukan, lebih banyak ditempatkan di perkotaan.
Hal ini, kata dia menyebabkan sebagian besar sekolah di daerah terpencil, khususnya Sekolah Dasar, sangat kekurangan tenaga pengajar.
"Bahkan ada kasus yang menunjukkan di sekolah yang memiliki enam kelas hanya terdapat tiga guru, dan itu pun mereka hanya diangkat oleh Kepala Sekolah," katanya.
Dengan kondisi seperti itu, menurut dia menyebabkan proses belajar mengajar tidak maksimal, baik dari segi penerimaan pelajaran oleh siswa maupun cara guru dalam mengajar.
"Saat ini jumlah guru telah mencapai 3,5 juta orang, baik yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, maupun Kementerian Agama, dan sebagian besar menumpuk di kota," katanya.
Ia menilai pernyataan pemerintah mengenai jumlah guru yang telah mencukupi kebutuhan, itu keliru.
"Pemerintah hanya membagi jumlah guru dengan murid, tanpa memperhitungkan mekanisme distribusi hingga ke daerah-daerah terpencil," katanya.
Minimal, kata dia, pemerintah bisa menetapkan mekanisme distribusi guru, dan bahkan prioritas penerimaan guru dilakukan untuk daerah terpencil.
"Dengan demikian, tidak akan terjadi ladi lagi kekurangan guru di daerah terpencil," katanya.
(T.pso-103/M008)
Ia mengatakan sebagian besar guru, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun yang bukan, lebih banyak ditempatkan di perkotaan.
Hal ini, kata dia menyebabkan sebagian besar sekolah di daerah terpencil, khususnya Sekolah Dasar, sangat kekurangan tenaga pengajar.
"Bahkan ada kasus yang menunjukkan di sekolah yang memiliki enam kelas hanya terdapat tiga guru, dan itu pun mereka hanya diangkat oleh Kepala Sekolah," katanya.
Dengan kondisi seperti itu, menurut dia menyebabkan proses belajar mengajar tidak maksimal, baik dari segi penerimaan pelajaran oleh siswa maupun cara guru dalam mengajar.
"Saat ini jumlah guru telah mencapai 3,5 juta orang, baik yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, maupun Kementerian Agama, dan sebagian besar menumpuk di kota," katanya.
Ia menilai pernyataan pemerintah mengenai jumlah guru yang telah mencukupi kebutuhan, itu keliru.
"Pemerintah hanya membagi jumlah guru dengan murid, tanpa memperhitungkan mekanisme distribusi hingga ke daerah-daerah terpencil," katanya.
Minimal, kata dia, pemerintah bisa menetapkan mekanisme distribusi guru, dan bahkan prioritas penerimaan guru dilakukan untuk daerah terpencil.
"Dengan demikian, tidak akan terjadi ladi lagi kekurangan guru di daerah terpencil," katanya.
(T.pso-103/M008)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi X DPR mendorong pemerataan distribusi guru jangkau daerah 3T
09 December 2024 10:55 WIB, 2024
Mendikdasmen : Guru PPPK bisa mengajar di sekolah swasta mulai 2025
26 November 2024 20:48 WIB, 2024
PGRI Sulsel menilai seragam gratis Pemkot Makassar ringankan beban warga
06 August 2025 4:51 WIB, 2025
Pj Bupati Luwu mengajak guru sukseskan program makanan bergizi gratis
15 December 2024 17:01 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Dua petugas Damkar Pangkep gugur saat menuju lokasi karhutla karena kecelakaan
30 September 2026 4:29 WIB