Mamuju (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Barat menunjuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali Mandar sebagai sentra produksi dan menjalankan usaha konveksi.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Sulawesi Barat Elly Yuzar, di Mamuju, Sabtu mengatakan, penunjukan Lapas Kelas IIB Polewali Mandar swebagai sentra produksi konveksi sebagai tindak lanjut program 'Gerakan Cinta Produk Napi' yang digagas Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.

"Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya sebagai tempat membina narapidana secara konvensional, tetapi juga sarana untuk mendorong dihasilkannya produk-produk berkualitas. Bahkan dapat memberikan tambahan kas negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," terang Elly Yuzar.

"Sebagai langkah percepatan kegiatan kerja dan produksi pada lapas/rutan, Dirjenpas saat ini sedang menggalakkan program Gerakan Cinta Produk Napi yang dilaksanakan di setiap wilayah se-Indonesia," tambahnya.

Salah satu isi program tersebut lanjut Elly Yuzar, yakni menetapkan hari Jumat atau Sabtu sebagai Hari Cinta Produk Napi.

"Petugas Pemasyarakatan, pada hari yang ditetapkan, diwajibkan mengenakan pakaian maupun atribut yang merupakan produksi dari narapidana," ucapnya.

Menindaklanjuti program tersebut kata Elly Yuzar, Kanwil Kemenkumham Sulbar kemudian menunjuk Lapas Kelas IIB Polewali sebagai sentra produksi dan menjalankan usaha konveksi.

Sebagai langkah awal tambahnya, Lapas Polewali diminta untuk membuat baju seragam bagi seluruh petugas pemasyarakatan di wilayah Sulbar.

"Baju seragam ini nantinya akan digunakan pada hari Sabtu dan di setiap kegiatan hari-hari besar Kemenkumham oleh seluruh petugas pemasyarakatan," tuturnya.

"Kami menunjuk Lapas Polewali menjadi sentra produksi dan berharap agar usaha konveksi yang akan dijalankan ini nantinya dapat menarik perhatian masyarakat luar serta mendapat dukungan khususnya dari pemerintah daerah setempat," jelas Elly Yuzar.

Setelah selesainya produksi pembuatan baju seragam khusus petugas pemasyarakatan di wilayah Sulbar yang akan berlangsung bulan ini, Lapas Polewali juga kata Elly Yuzar siap untuk terus melanjutkan produksi konveksi dengan menerima orderan dari pihak luar.

"Hal ini merupakan langkah awal yang baik bagi insan pemasyarakatan di wilayah Sulbar untuk melaksanakan pemenuhan kebutuhan oprasional di setiap unit pelaksana teknis dari produk-produk yang diciptakan narapidana," tuturnya.

"Dengan ditunjuknya Lapas Polewali sebagai sentra produksi konveksi ini, diharapkan Lapas/Rutan di wilayah Sulbar lainnya ikut berperan guna membina narapidana menciptakan produk-produk yang berdaya guna tinggi lainnya agar dapat dimanfaatkan sebagai kebutuhan operasional di satker masing-masing," papar Elly Yuzar.

Pewarta : Amirullah
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2024