Makassar (ANTARA News) - Sejumlah angkutan kota dalam provinsi jurusan Makassar - Jeneponto menaikkan tarif karena sulit mendapatkan bahan bakar minyak jenis premium.
Salah satu sopir angkutan umum jurusan Jeneponto-Makassar, Jamaluddin saat ditemui di Terminal Malengkeri Makassar, Senin, mengatakan, terpaksa menaikkan tarif angkutan karena sulit memperoleh bahan bakar minyak di Jeneponto.
"Kami susah dapat bensin (premium) di Jeneponto karena banyak orang antre di pompa bensin (SPBU). Kalau mau dapat bensin, biasanya kami beli pinggir jalan," kata dia.
Dikatakannya, bensin yang diperoleh di pinggir jalan biasanya jauh lebih mahal sehingga dirinya bersama sopir lainnya membebankan biaya itu kepada penumpang.
Alimuddin, salah satu pengguna angkutan umum asal Jeneponto mengeluhkan tingginya tarif angkutan. Tarif angkutan Jeneponto-Makassar mahal sekali. Biasanya hanya Rp15 ribu per orang, kini naik sampai Rp20 ribu-Rp25 ribu per orang," kata mahasiswa Makassar ini.
General Manager Pertamina BBM Retail Regional VII Ferdy Novianto saat dikonfirmasi membantah jika pihaknya melakukan pembatasan pasokan BBM jenis premium di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
"Bukan karena kebijakan pembatasan BBM di Jeneponto. D isana memang ada dua SPBU, tetapi salah satunya tutup karena sedang direnovasi," kata dia.
Dia mengatakan, SPBU yang beroperasi memang tidak melakukan antisipasi dengan meningkatkan jumlah pemesanan dan terlalu banyak melayani permintaan pembelian dengan menggunakan jerigen. (T.KR-HK/N002)
Salah satu sopir angkutan umum jurusan Jeneponto-Makassar, Jamaluddin saat ditemui di Terminal Malengkeri Makassar, Senin, mengatakan, terpaksa menaikkan tarif angkutan karena sulit memperoleh bahan bakar minyak di Jeneponto.
"Kami susah dapat bensin (premium) di Jeneponto karena banyak orang antre di pompa bensin (SPBU). Kalau mau dapat bensin, biasanya kami beli pinggir jalan," kata dia.
Dikatakannya, bensin yang diperoleh di pinggir jalan biasanya jauh lebih mahal sehingga dirinya bersama sopir lainnya membebankan biaya itu kepada penumpang.
Alimuddin, salah satu pengguna angkutan umum asal Jeneponto mengeluhkan tingginya tarif angkutan. Tarif angkutan Jeneponto-Makassar mahal sekali. Biasanya hanya Rp15 ribu per orang, kini naik sampai Rp20 ribu-Rp25 ribu per orang," kata mahasiswa Makassar ini.
General Manager Pertamina BBM Retail Regional VII Ferdy Novianto saat dikonfirmasi membantah jika pihaknya melakukan pembatasan pasokan BBM jenis premium di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
"Bukan karena kebijakan pembatasan BBM di Jeneponto. D isana memang ada dua SPBU, tetapi salah satunya tutup karena sedang direnovasi," kata dia.
Dia mengatakan, SPBU yang beroperasi memang tidak melakukan antisipasi dengan meningkatkan jumlah pemesanan dan terlalu banyak melayani permintaan pembelian dengan menggunakan jerigen. (T.KR-HK/N002)