Makassar (ANTARA) - Jelang dua tahun terakhir, hampir semua sektor tiarap akibat dampak pandemi COVID-19. Namun tidak semua mampu bergerak cepat menyikapinya dan bangkit kembali dengan menyesuaikan kondisi yang ada.

Namun dari fenomena itu, perusahaan jasa telekomunikasi, Indosat Ooredoo mampu menjadi satu dari sekian yang mampu beradaptasi cepat dan menciptakan strategi yang handal, sehingga pelanggannya tetap terjaga. 

Kondisi itu dibuktikan PT Indosat Ooredoo yang mencatat momentum pertumbuhan dengan 12 persen selama sembilan bulan pada 2021. Begitu pula EBITDA yang mencatat pertumbuhan 22,7 persen (YoY). 

Semua itu mengantarkan perusahaan yang identik dengan warna keberuntungan kuning hijau ini, mampu mencapai pendapatan Rp23 triliun atau naik 12,0 persen (YoY).

Sementara data pendapatan seluler sebesar Rp18,8 triliun, meningkat 10,3 persen (YoY). Kemudian dengan EBITDA Rp10,4 triliun, juga menunjukkan peningkatan meningkat 22,7 persen (YoY) dengan margin EBITDA meningkat sekitar 45,1 persen. Laba bersih Rp5,8 triliun dan jumlah pelanggan meningkat jadi 62,3 juta atau naik 3,2 persen. 

Semua bentuk keberhasilan itu, tidak serta-merta diraih begitu saja, namun kerja gigih dan terpadu telah mengantarkan Indosat Ooredoo melansir serangkaian hasil keuangan yang kuat untuk sembilan bulan pertama tahun 2021.

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama saat paparan virtualnya pada temu media bulan lalu mengatakan, eksekusi dari strategi transformasi yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa Indosat Ooredoo mampu mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memberikan kinerja keuangan yang sangat baik. 

Menurut dia, keberhasilan itu menunjukkan kinerja EBITDA yang kuat, yang tumbuh hampir dua kali lebih cepat dari pendapatan. 

Hal itu karena layanan yang diberikan selama ini adalah bagian dari kinerja jaringan dan layanan digital yang luar biasa kepada pelanggan setia Indosat Ooredoo.
 
"Satu hal yang paling penting dari semua itu adalah Kepercayaan pelanggan yang meningkat yang  membuat basis pelanggan Indosat Ooredoo tumbuh selama sembilan bulan terakhir," ujarnya. 

Apalagi pada kwartal ke-3 (Q3 2021), Indosat Ooredoo mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial di Jakarta dan Surabaya, menyusul peluncuran pertama 5G di Solo pada Juni 2021. 

Dengan layanan 5G ini, selangkah lebih maju dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia kepada masyarakat di Indonesia, dan peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo menempatkannya di garis depan revolusi 5G Indonesia.

Dalam  kurun tiga bulan itu, Indosat Ooredoo juga melanjutkan perluasan jangkauan jaringan 4G di seluruh tanah air, menghadirkan layanan 4G/LTE ke 124 desa terpencil di Aceh, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.  Ilustrasi layanan komunikasi digital melalui telepon seluler dari perusahaan telekomunikasi digital, Indosat Ooredoo. Antara / HO/ Indosat Ooreedoo
Komitmen perusahaan

Memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan adalah komitmen perusahaan pada pelanggan, sekaligus mendukung pemerintah untuk memenuhi target kebutuhan layanan 4G/LTE di 645 desa terpencil pada 2022.

Hal itu terbukti pada sembilan bulan pertama 2021, setelah kebijakan adaptasi normal baru telah diterapkan di lapangan. 

Dalam kurun waktu tersebut, hampir 126 ribu yang 70 ribu di antaranya adalah BTS 4G.

Keberhasilan strategi transformasi ini dengan kinerja yang luar biasa, membawa Indosat Ooredoo meraih penghargaan bisnis internasional utama.

Indosat Ooredoo dinobatkan sebagai ‘Telecommunications Company of the Year’ di Stevie International Business Awards tahun ini. Sementara Ahmad Al-Neama juga dianugerahi Gold Stevie untuk kategori 'Executive of the Year - Telecommunications' sebagai pengakuan atas komitmennya yang kuat terhadap tata kelola yang baik, inovasi, dan keterlibatan, kesejahteraan, dan pengembangan karyawan.

Sepanjang kuartal ketiga perusahaan jasa telekomunikasi ini terus memperluas dan memperkuat jaringan untuk menghubungkan lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia dan bahkan di daerah terpencil sekalipun dengan kekuatan 4G. 

Sementara layanan 5G lebih awal menjangkau banyak kota yang membantu mengubah Indonesia menjadi negara yang berkemampuan 5G. 

Semua itu, lanjut Ahmad, adalah wujud dari komitmen perusahaan untuk selalu menghadirkan teknologi dan produk digital terbaik bagi  pelanggan, melalui kemitraan dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka dunia. 

Tak kalah pentingnya, komitmen perusahaan ini turut mendukung agenda pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai digital "powerhouse".

Dukung PEN 

Perusahaan telekomunikasi digital PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo), tercatat meluncurkan layanan 5G komersial pertama di Indonesia untuk mendukung pemulihan ekonomi nasioanl (PEN), sekaligus memberdayakan anak muda dan UMKM.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama mengungkapkan, peluncuran layanan 5G yang diakses secara virtual secara nasional itu, sekaligus mengakselerasi visi smart city di kota-kota besar di Indonesia, khususnya di layanan perdana yang diperkenalkan di Solo pada media 2021.

Dengan adanya layanan 5G baru itu, kata dia, akan menawarkan konsumen dan pelanggan bisnis Indosat Ooredoo akses internet broadband seluler yang lebih cepat, demi mewujudkan transformasi digital dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Menurut Ahmad, peluncuran 5G merupakan wujud komitmen Indosat Ooredoo untuk mendukung transformasi perekonomian digital di Indonesia.

Hal itu mendapat apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G Plate.

Dia mengatakan, pihaknya percaya 5G akan mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional, berkat teknologinya yang unggul.

Wajarlah jika pelaku UMKM atau generasi milenial yang nota bene adalah para pemuda, memilih layanan komununikasi digital yang ditawarkan Indosat Ooredoo.

Selain harganya yang mudah dijangkau dan bersahabat, juga layanannya menggunakan teknologi yang unggul, sehingga sangat mendukung apapun kinerja yang dilakoni pada masa pandemi COVID-19 ini. 
 

Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024