Dompet Dhuafa Sulsel jaga warisan leluhur dengan Program Aksara Lontara
Senin, 31 Januari 2022 7:29 WIB
Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) berusaha menjaga warisan leluhur melalui Program Aksa Lontara untuk meningkatkan peran anak muda dalam kegiatan promosi literasi Aksara Lontara di Sulsel. Antara/ HO- DD Sulsel
Makassar (ANTARA) - Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) berusaha menjaga warisan aksara (huruf) leluhur melalui Program Aksara Lontara.
"Sebagai bangsa yang besar, Indonesia patut berbangga karena memiliki beragam budaya yang kental yang membentuk karakter masyarakatnya hingga saat ini," kata Pimpinan DD Cabang Sulsel Rahmat Hidayat di Makassar, Ahad.
Dia mengatakan DD sebagai lembaga kemanusiaan juga turut peduli terhadap budaya, karena budaya adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat yang bisa menunjang perbaikan kehidupan di masa mendatang.
Menurut dia, berbicara soal budaya Indonesia, tak bisa dipisahkan dari keberadaan Suku Bugis yang masuk ke dalam suku yang turut berpengaruh di Indonesia.
Baca juga: Tiga pakar internasional akan ikuti launching festival aksara lontara
Dalam sejarahnya, Suku Bugis dikenal dengan kekayaan klasiknya. Sebutlah, salah satunya La Galigo. Sering dikenal dengan nama lain, Sureq Galigo karya sastra dari tanah Bugis yang telah diakui Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni UNESCO sebagai Memory of The World.
Sejak berabad tahun yang lalu, Suku Bugis dikenal senang menulis. Hal ini tercatat dalam sejarah penemuan tulisan.
Program Serambi Budaya hadir sebagai salah satu upaya pelestarian kebudayaan Bugis.
Berangkat dari kondisi semakin berkurangnya anak muda yang mampu membaca Aksara Lontara, maka DD Sulsel menginisiasi kelas Aksara Lontara dengan harapan dapat menjadi ruang belajar bersama, agar menciptakan kesadaran akan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya yang masyarakat miliki.
Di samping itu, program ini bertujuan meningkatkan peran anak muda dalam kegiatan promosi literasi Aksara Lontara di Sulsel.
Program Serambi Budaya DD Sulsel ini digelar di Kota Parepare, Sulsel yang diawali Dialog Kebudayaan bertema Aksara Bugis Di Tengah Kemajuan Peradaban.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran program Aksara Lontara oleh DD Sulsel yang dilaksanakan selama satu tahun ke depan dengan
menghadirkan budayawan lokal yaitu Andi Oddang Opu To Sessungriu, Rahmaniar sebagai aktivis aksara Lontara dan Kabid Kebudayaan Kota Parepare, Mustadirham.* Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) berusaha menjaga warisan leluhur melalui Program Aksara Lontara untuk meningkatkan peran anak muda dalam kegiatan promosi literasi Aksara Lontara di Sulsel. Antara/ HO- DD Sulsel
"Sebagai bangsa yang besar, Indonesia patut berbangga karena memiliki beragam budaya yang kental yang membentuk karakter masyarakatnya hingga saat ini," kata Pimpinan DD Cabang Sulsel Rahmat Hidayat di Makassar, Ahad.
Dia mengatakan DD sebagai lembaga kemanusiaan juga turut peduli terhadap budaya, karena budaya adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat yang bisa menunjang perbaikan kehidupan di masa mendatang.
Menurut dia, berbicara soal budaya Indonesia, tak bisa dipisahkan dari keberadaan Suku Bugis yang masuk ke dalam suku yang turut berpengaruh di Indonesia.
Baca juga: Tiga pakar internasional akan ikuti launching festival aksara lontara
Dalam sejarahnya, Suku Bugis dikenal dengan kekayaan klasiknya. Sebutlah, salah satunya La Galigo. Sering dikenal dengan nama lain, Sureq Galigo karya sastra dari tanah Bugis yang telah diakui Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni UNESCO sebagai Memory of The World.
Sejak berabad tahun yang lalu, Suku Bugis dikenal senang menulis. Hal ini tercatat dalam sejarah penemuan tulisan.
Program Serambi Budaya hadir sebagai salah satu upaya pelestarian kebudayaan Bugis.
Berangkat dari kondisi semakin berkurangnya anak muda yang mampu membaca Aksara Lontara, maka DD Sulsel menginisiasi kelas Aksara Lontara dengan harapan dapat menjadi ruang belajar bersama, agar menciptakan kesadaran akan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya yang masyarakat miliki.
Di samping itu, program ini bertujuan meningkatkan peran anak muda dalam kegiatan promosi literasi Aksara Lontara di Sulsel.
Program Serambi Budaya DD Sulsel ini digelar di Kota Parepare, Sulsel yang diawali Dialog Kebudayaan bertema Aksara Bugis Di Tengah Kemajuan Peradaban.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran program Aksara Lontara oleh DD Sulsel yang dilaksanakan selama satu tahun ke depan dengan
menghadirkan budayawan lokal yaitu Andi Oddang Opu To Sessungriu, Rahmaniar sebagai aktivis aksara Lontara dan Kabid Kebudayaan Kota Parepare, Mustadirham.* Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) berusaha menjaga warisan leluhur melalui Program Aksara Lontara untuk meningkatkan peran anak muda dalam kegiatan promosi literasi Aksara Lontara di Sulsel. Antara/ HO- DD Sulsel
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kampus Kopi Sinjai buka kelas kopi untuk wisatawan di kawasan agro-eduwisata Madaya
21 October 2025 4:41 WIB
Pelindo Berbagi Ramadhan sasar kaum dhuafa di sekitar pelabuhan Sulsel
31 March 2024 19:54 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB
Kakanwil Kemenkum Sulbar hadiri penutupan lokakarya, semangat implementasi KUHP dan KUHAP baru
13 February 2026 14:17 WIB