Menko Ekonomi ingin beri insentif kepada seniman pedalang
Minggu, 20 Februari 2022 14:28 WIB
Tangkapan layar- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, Kamis (17/2/2022). ANTARA/Sanya Dinda/am.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertimbangkan pemberian insentif kepada seniman, khususnya pedalang, setelah bertemu dengan Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) dalam kunjungan kerja di Surabaya.
Pepadi melaporkan jumlah penanggap dan penonton wayang terus berkurang setiap tahun sehingga mereka berharap pemerintah memberi dapat insentif bagi pedalang dan produsen wayang untuk bertahan.
“Jika protokol kesehatan bisa dijaga, pemerintah akan terus dorong seni pertunjukan ini berjalan, terutama jika situasi PPKM sampai dengan Level 2,” kata Menko Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi yang diterima Minggu.
Dalam upaya untuk mendorong pertunjukan seni wayang agar lebih menarik, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pertunjukan wayang dapat dilakukan secara hibrid. Di samping itu penanggap dan dalang perlu melakukan publikasi yang lebih baik untuk mencari penonton baru, terutama dari kalangan milenial.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengembangkan seni pertunjukan wayang melalui Kemendikbud Ristek.
Untuk melestarikan dan mengembangkan wayang, diperlukan penguatan melalui pendidikan tari-tarian, gamelan, dan bahasa.
Menurutnya, diperlukan penggunaan Bahasa Indonesia agar pertunjukan wayang dapat dipahami tidak hanya oleh generasi muda berbahasa Jawa.
“Dalam pertunjukan wayang dibutuhkan kombinasi bahasa agar dapat populer di kalangan milenial. Selain menggunakan bahasa Jawa, juga dapat menggunakan Bahasa Indonesia, agar membuat pertunjukan wayang menjadi lebih menarik,” ujar Menko Airlangga.
Pepadi melaporkan jumlah penanggap dan penonton wayang terus berkurang setiap tahun sehingga mereka berharap pemerintah memberi dapat insentif bagi pedalang dan produsen wayang untuk bertahan.
“Jika protokol kesehatan bisa dijaga, pemerintah akan terus dorong seni pertunjukan ini berjalan, terutama jika situasi PPKM sampai dengan Level 2,” kata Menko Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi yang diterima Minggu.
Dalam upaya untuk mendorong pertunjukan seni wayang agar lebih menarik, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pertunjukan wayang dapat dilakukan secara hibrid. Di samping itu penanggap dan dalang perlu melakukan publikasi yang lebih baik untuk mencari penonton baru, terutama dari kalangan milenial.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengembangkan seni pertunjukan wayang melalui Kemendikbud Ristek.
Untuk melestarikan dan mengembangkan wayang, diperlukan penguatan melalui pendidikan tari-tarian, gamelan, dan bahasa.
Menurutnya, diperlukan penggunaan Bahasa Indonesia agar pertunjukan wayang dapat dipahami tidak hanya oleh generasi muda berbahasa Jawa.
“Dalam pertunjukan wayang dibutuhkan kombinasi bahasa agar dapat populer di kalangan milenial. Selain menggunakan bahasa Jawa, juga dapat menggunakan Bahasa Indonesia, agar membuat pertunjukan wayang menjadi lebih menarik,” ujar Menko Airlangga.
Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah berikan diskon PPN tiket pesawat periode Natal-Tahun Baru 2025
22 September 2025 18:49 WIB
Program magang nasional lulusan perguruan tinggi terbuka untuk swasta dan BUMN
17 September 2025 5:28 WIB
Menko Airlangga: Diskon tarif listrik 50 persen bagi pelanggan PLN berlaku 5 Juni
26 May 2025 5:41 WIB
Airlangga sebut bakal ada diskon tiket pesawat 10 persen saat mudik Lebaran
19 February 2025 12:52 WIB
Sri Mulyani: Tarif PPN Indonesia relatif rendah dibandingkan negara lain
16 December 2024 16:23 WIB, 2024
Menko Airlangga sebut PPN 12 persen dan paket ekonomi diumumkan Senin depan
13 December 2024 20:01 WIB, 2024
Presiden Prabowo menegaskan penerapan PPN 12 persen sesuai UU dan selektif
06 December 2024 22:13 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Hujan dan hujan petir berpoptensi dominasi guyur kota besar, Makassar gerimis
30 January 2026 6:46 WIB