Wilayah Luhansk di Ukraina kemungkinan gelar referendum untuk bergabung ke Rusia
Minggu, 27 Maret 2022 20:17 WIB
Sebuah bangunan rumah sakit terlihat rusak akibat penembakan saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Sievierodonetsk, wilayah Luhansk, Ukraina, dalam gambar yang dirilis 18 Maret 2022 oleh Administrasi Sipil-Militer Regional Luhansk. (ANTARA/HO via Reuters/as)
Luhansk, Ukraina (ANTARA) - Wilayah yang memisahkan dan menyatakan diri sebagai Republik Rakyat Luhansk di Ukraina timur kemungkinan akan segera menggelar referendum soal pilihan untuk bergabung dengan Rusia.
Rencana pemungutan suara itu diungkapkan oleh pemimpin Luhansk, Leonid Pasechnik, pada Minggu seperti dikutip media berita wilayah pemberontak tersebut.
"Saya kira dalam waktu dekat ini akan diadakan referendum di wilayah republik," kata Pasechnik.
"Rakyat akan menggunakan hak konstitusional utama mereka dan menyatakan pendapat mereka apakah akan bergabung dengan Federasi Rusia."
Rusia pada Februari memberikan pengakuan bagi Luhansk dan Donetsk sebagai negara merdeka. Serupa dengan Luhansk, Donetsk menyatakan diri sebagai republik.
Tidak lama setelah memberi pengakuan pada kedua wilayah tersebut, Rusia memerintahkan pengerahan pasukan, yang disebutnya sebagai operasi penjagaan perdamaian di kawasan itu.
Pada 24 Februari, Rusia mengirimkan puluhan ribu tentara ke Ukraina untuk melaksanakan gerakan, yang disebutnya operasi khusus untuk melemahkan kemampuan militer negara tetangganya itu serta mengenyahkan orang-orang yang menurutnya merupakan nasionalis berbahaya.
Tentara Ukraina melakukan perlawanan keras terhadap pasukan Rusia.
Negara-negara Barat, sementara itu, telah menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dalam upaya memaksa negara itu menarik pasukannya dari Ukraina.
Sumber: Reuters
Rencana pemungutan suara itu diungkapkan oleh pemimpin Luhansk, Leonid Pasechnik, pada Minggu seperti dikutip media berita wilayah pemberontak tersebut.
"Saya kira dalam waktu dekat ini akan diadakan referendum di wilayah republik," kata Pasechnik.
"Rakyat akan menggunakan hak konstitusional utama mereka dan menyatakan pendapat mereka apakah akan bergabung dengan Federasi Rusia."
Rusia pada Februari memberikan pengakuan bagi Luhansk dan Donetsk sebagai negara merdeka. Serupa dengan Luhansk, Donetsk menyatakan diri sebagai republik.
Tidak lama setelah memberi pengakuan pada kedua wilayah tersebut, Rusia memerintahkan pengerahan pasukan, yang disebutnya sebagai operasi penjagaan perdamaian di kawasan itu.
Pada 24 Februari, Rusia mengirimkan puluhan ribu tentara ke Ukraina untuk melaksanakan gerakan, yang disebutnya operasi khusus untuk melemahkan kemampuan militer negara tetangganya itu serta mengenyahkan orang-orang yang menurutnya merupakan nasionalis berbahaya.
Tentara Ukraina melakukan perlawanan keras terhadap pasukan Rusia.
Negara-negara Barat, sementara itu, telah menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dalam upaya memaksa negara itu menarik pasukannya dari Ukraina.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Europa - Leicester dan Braga tutup fase grup dengan kemenangan identik berkedudukan 2-0
11 December 2020 5:31 WIB, 2020
Leicester tandai debut di Liga Europa dengan kemenangan telak atas Zorya Luhansk
23 October 2020 4:39 WIB, 2020
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dibuka kembali setelah ditutup Israel selama 40 hari
09 April 2026 14:17 WIB