Pasar Tumpah Macetkan Arus Lalulintas Makassar
Senin, 6 Agustus 2012 15:02 WIB
Makassar (ANTARA News) - Pasar tumpah di sejumlah kawasan pasar tradisional dan modern telah memacetkan arus lalu lintas di Kota Makassar.
"Pasar tumpah yang ditandai dengan pedagang kaki lima yang berjualan seenaknya di pinggir jalan, sangat mengganggu kelancaran lalu lintas," kata salah seorang pengendara roda dua Muh Arfah di Makassar, Senin.
Arus lalu lintas yang mengalami kemacetan di Makassar akibat pasar tumpah di antaranya sekitar kawasan Pasar Sentral, Pasar Pa'baeng-baeng, Pasar Karuwisi, Mal Panakkukang dan Makkassar Square.
Menurut Arfah, meskipun ada pihak kepolisian yang berjaga-jaga dan mencoba menertibkan arus lalu lintas di kawasan itu, namun tidak terlalu membantu.
"Karena pedagang maupun pengendara tidak ada yang mau mengalah," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pekerja dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar Salma Ruslan mengatakan, seharusnya pihak yang berkompeten sudah dapat mengantisipasi hal itu.
"Ini sudah menjadi persoalan klise dan terus berulang setiap menjelang hari lebaran. Animo masyarakat yang cukup tinggi berbelanja, dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan dimana saja," katanya.
Padahal, sebagaian tempat berjualan itu menggunakan fasilitas umum, sehingga menggangu kelancaran arus lalulintas. Berkaitan dengan hal tersebut, diimbau agar pihak pemerintah dapat bersikap tegas.
"Hal ini untuk kepentingan bersama, sehingga semua merasa aman dan nyaman, baik dalam berlalulintas maupun dalam aktivitas jual beli," ujarnya. (T.S036/Z002)
"Pasar tumpah yang ditandai dengan pedagang kaki lima yang berjualan seenaknya di pinggir jalan, sangat mengganggu kelancaran lalu lintas," kata salah seorang pengendara roda dua Muh Arfah di Makassar, Senin.
Arus lalu lintas yang mengalami kemacetan di Makassar akibat pasar tumpah di antaranya sekitar kawasan Pasar Sentral, Pasar Pa'baeng-baeng, Pasar Karuwisi, Mal Panakkukang dan Makkassar Square.
Menurut Arfah, meskipun ada pihak kepolisian yang berjaga-jaga dan mencoba menertibkan arus lalu lintas di kawasan itu, namun tidak terlalu membantu.
"Karena pedagang maupun pengendara tidak ada yang mau mengalah," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pekerja dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar Salma Ruslan mengatakan, seharusnya pihak yang berkompeten sudah dapat mengantisipasi hal itu.
"Ini sudah menjadi persoalan klise dan terus berulang setiap menjelang hari lebaran. Animo masyarakat yang cukup tinggi berbelanja, dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan dimana saja," katanya.
Padahal, sebagaian tempat berjualan itu menggunakan fasilitas umum, sehingga menggangu kelancaran arus lalulintas. Berkaitan dengan hal tersebut, diimbau agar pihak pemerintah dapat bersikap tegas.
"Hal ini untuk kepentingan bersama, sehingga semua merasa aman dan nyaman, baik dalam berlalulintas maupun dalam aktivitas jual beli," ujarnya. (T.S036/Z002)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Jokowi inginkan pembangunan pasar baru dekat Pasar Tumpah Mamasa Sulbar
23 April 2024 14:36 WIB, 2024
Presiden Jokowi meninjau pasar tumpah hingga RSUD di Mamasa Sulawesi Barat
23 April 2024 13:08 WIB, 2024
Penjual ketupat memadati bahu jalan depan pasar batas kota Makassar-Maros
19 July 2021 13:45 WIB, 2021