PT PLN optimalisasi PLTS Kodingareng dan Tanakeke di Sulsel
Selasa, 26 Juli 2022 21:53 WIB
Pihak PLN pada peninjauan hasil revitalisasi optimalisasi PLTS di Pulau Kodingareng dan Pulau Tanakeke, Provinsi Sulawesi Selatan. ANTARA /HO-Humas PLN UIW Sulselrabar
Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) kembali menunjukan komitmennya terhadap pengembangan energi hijau melalui optimalisasi Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di Pulau Kodingareng dan Pulau Tanakeke, Provinsi Sulawesi Selatan.
Masing-masing kapasitasnya yakni PLTS Kodingareng dengan kapasitas 260 Kilo Watt Peak (kWp) serta PLTS Tanakeke yang berkapasitas 260 kWp yang melistriki total 1.606 pelanggan pada dua pulau tersebut.
"Dengan revitalisasi PLTS Kodingareng dan PLTS Tanakekke, kami optimis listrik dapat tersalurkan 24 jam dan perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai nelayan dapat meningkat," ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat Awaluddin Hafid di Makassar, Selasa.
Optimalisasi tersebut terealisasi dengan kolaborasi antara PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) dengan PLN melalui revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar dapat beroperasi secara optimal.
Awaluddin menambahkan, program didieselisasi tersebut dapat menghemat biaya operasi sebesar Rp2,2 miliar atau setara dengan 132.000 liter bahan bakar minyak (BBM) per tahun.
Program didieselisasi ini merupakan wujud nyata dari PLN untuk mencapai Carbon Neutral pada 2060 dengan mengoptimalkan energi domestik dan untuk menjaga ketahanan energi tanah air.
"Kami berterima kasih kepada stakeholders, PT PJB, dan dukungan masyarakat sekitar karena berkat sinergi tersebut, kini masyarakat dapat menikmati listrik yang lebih baik, yang tadinya 12 jam menjadi 24 jam. Utamanya adalah energinya bersih," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB Iwan Purwana menyampaikan kompetensi PT PJB dalam bidang EBT sudah tidak diragukan lagi. Kompetensi ini juga sebagai dukungan PT PJB agar kemandirian energi di daerah- daerah di Indonesia dapat terlaksana.
"PT PJB akan selalu berupaya untuk dapat mendorong program pemerintah dalam kemandirian energi. Salah satunya melalui sinergi dengan PLN dalam revitalisasi PLTS milik PLN di daerah 3T," ungkap Iwan Purwana.
Tercatat, kedua PLTS yang telah beroperasi sejak tahun 2013 tersebut hanya mampu menghasilkan 30.663 kWh per tahun akibat penurunan performa. Setelah dilakukan revitalisasi, diproyeksi kedua PLTS tersebut akan menghasilkan energi hijau sebesar 405.000 kWh per tahun secara optimal.
Pihak PLN pada peninjauan hasil revitalisasi optimalisasi PLTS di Pulau Kodingareng dan Pulau Tanakeke, Provinsi Sulawesi Selatan. ANTARA Foto/HO-Humas PLN UIW Sulselrabar
Masing-masing kapasitasnya yakni PLTS Kodingareng dengan kapasitas 260 Kilo Watt Peak (kWp) serta PLTS Tanakeke yang berkapasitas 260 kWp yang melistriki total 1.606 pelanggan pada dua pulau tersebut.
"Dengan revitalisasi PLTS Kodingareng dan PLTS Tanakekke, kami optimis listrik dapat tersalurkan 24 jam dan perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai nelayan dapat meningkat," ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat Awaluddin Hafid di Makassar, Selasa.
Optimalisasi tersebut terealisasi dengan kolaborasi antara PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) dengan PLN melalui revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar dapat beroperasi secara optimal.
Awaluddin menambahkan, program didieselisasi tersebut dapat menghemat biaya operasi sebesar Rp2,2 miliar atau setara dengan 132.000 liter bahan bakar minyak (BBM) per tahun.
Program didieselisasi ini merupakan wujud nyata dari PLN untuk mencapai Carbon Neutral pada 2060 dengan mengoptimalkan energi domestik dan untuk menjaga ketahanan energi tanah air.
"Kami berterima kasih kepada stakeholders, PT PJB, dan dukungan masyarakat sekitar karena berkat sinergi tersebut, kini masyarakat dapat menikmati listrik yang lebih baik, yang tadinya 12 jam menjadi 24 jam. Utamanya adalah energinya bersih," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB Iwan Purwana menyampaikan kompetensi PT PJB dalam bidang EBT sudah tidak diragukan lagi. Kompetensi ini juga sebagai dukungan PT PJB agar kemandirian energi di daerah- daerah di Indonesia dapat terlaksana.
"PT PJB akan selalu berupaya untuk dapat mendorong program pemerintah dalam kemandirian energi. Salah satunya melalui sinergi dengan PLN dalam revitalisasi PLTS milik PLN di daerah 3T," ungkap Iwan Purwana.
Tercatat, kedua PLTS yang telah beroperasi sejak tahun 2013 tersebut hanya mampu menghasilkan 30.663 kWh per tahun akibat penurunan performa. Setelah dilakukan revitalisasi, diproyeksi kedua PLTS tersebut akan menghasilkan energi hijau sebesar 405.000 kWh per tahun secara optimal.
Pihak PLN pada peninjauan hasil revitalisasi optimalisasi PLTS di Pulau Kodingareng dan Pulau Tanakeke, Provinsi Sulawesi Selatan. ANTARA Foto/HO-Humas PLN UIW Sulselrabar
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN catat realisasi konsumsi listrik capai 9,54 tWh di Sulselrabar selama 2022
09 February 2023 6:20 WIB, 2023
PLN Sulselrabar serahkan bantuan pendidikan untuk enam siswa Paskibraka nasional
05 October 2022 18:02 WIB, 2022
Manajemen PLN Sulselrabar kunjungi sejumlah pelanggan untuk apresiasi konsumen
28 September 2022 5:31 WIB, 2022
YBM PLN UIW Sulselrabar peringati milad ke-16 tahun dengan berbagi ke dhuafa
19 September 2022 20:50 WIB, 2022
PLN segera siapkan infrastruktur SPKLU terintegrasi pada tiga provinsi di Sulawesi
13 September 2022 14:35 WIB, 2022
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB
PLN UIP Sulawesi terima hasil pengadaan lahan GITET 275 kV Kendari dari BPN
06 February 2026 19:56 WIB