Empat Tewas Akibat Gempa di Sulteng
Minggu, 19 Agustus 2012 18:59 WIB
Palu (ANTARA News) - Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,2 skala Richter yang mengguncang sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah, Sabtu (18/8) pukul 17.42 WITA mengakibatkan empat orang tewas, semuanya warga Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.
"Data sementara yang kami peroleh adalah empat orang tewas, satu luka berat dan 11 luka ringan," kata Dan Dim 1306 Donggala Letkol Inf Rudy Suwarno kepada ANTARA di Posko Utama Pengungsian Korban Gempa Sigi di desa Tua, Kecamatan Gumbasa, sekitar 50 km selatan Kota Palu, Minggu petang.
Selain korban manusia, juga tercatat 197 rumah rusak ringan dan 41 rusak berat.
"Itu data sementara karena ada beberapa desa yang diaporkan paling parah tertimpa bencana ini, seperti Salua dan sidaunta seta desa-desa di Kecamatan Lindu belum bisa dijangkau aparat untuk melakukan pendataan karena jalanan tertutup longsoran," katanya.
Rudy belum bisa merinci data-data diri korban manusia tersebut, kecuali menyebutkan bahwa salah satu korban tewas adalah seorang anak usia sembilan tahun bernama Ronald, warga Desa Salua, Kecamatan Kulawi.
Putra seorang pendeta bernama Charles itu tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan gereja. Jenazahnya sudah dimakamkan pada Minggu petang di Desa Salua, dengan dihadiri Wakil Bupati Sigi Livingstone Sango.
Livingstone yang pernah menjadi Camat Kulawi itu harus berjalan kaki sekitar lima kilometer untuk melintasi puluhan titik longsor antara Palu-Kulawi untuk menjangkau Desa Salua.
Sedangkan tiga korban tewas lainnya, kata Rudy, adalah warga Kecamatan Lindu, namun belum diketahui data diri mereka dan desa tempat mereka bermukim.
"Kami belum bisa menjangkau daerah Lindu karena poros jalan ke desa Sudaunta masih tertutup longsoran tanah, batu dan pepohonan. Dari Sidaunta, harus naik sepeda motor lagi ke Lindu selama tiga sampai empat jam lebih karena jalur itu tidak bisa dilewati mobil," ujar Rudy.
Ia menambahkan, tim penolong hingga Minggu petang sudah mengevakuasi sekitar 70 kepala keluarga untuk mencegah dampak dari gempa susulan.
"Gempa susulan masih terus terjadi. Hari Minggu ini saja sudah sekitar enam kali terjadi gempa susulan. Oleh karena itu, warga kami ungsikan sementara," ujarnya.
Rudy mengatakan beberapa desa yang dilaporkan paling parah tertimpa bencana ini, di antaranya Desa Salua, Sudaunta, dan beberapa desa di sekitar Danau Lindu, yang belum bisa dijangkau karena sulitnya akses jalan.
(L.R007*S027M008)
"Data sementara yang kami peroleh adalah empat orang tewas, satu luka berat dan 11 luka ringan," kata Dan Dim 1306 Donggala Letkol Inf Rudy Suwarno kepada ANTARA di Posko Utama Pengungsian Korban Gempa Sigi di desa Tua, Kecamatan Gumbasa, sekitar 50 km selatan Kota Palu, Minggu petang.
Selain korban manusia, juga tercatat 197 rumah rusak ringan dan 41 rusak berat.
"Itu data sementara karena ada beberapa desa yang diaporkan paling parah tertimpa bencana ini, seperti Salua dan sidaunta seta desa-desa di Kecamatan Lindu belum bisa dijangkau aparat untuk melakukan pendataan karena jalanan tertutup longsoran," katanya.
Rudy belum bisa merinci data-data diri korban manusia tersebut, kecuali menyebutkan bahwa salah satu korban tewas adalah seorang anak usia sembilan tahun bernama Ronald, warga Desa Salua, Kecamatan Kulawi.
Putra seorang pendeta bernama Charles itu tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan gereja. Jenazahnya sudah dimakamkan pada Minggu petang di Desa Salua, dengan dihadiri Wakil Bupati Sigi Livingstone Sango.
Livingstone yang pernah menjadi Camat Kulawi itu harus berjalan kaki sekitar lima kilometer untuk melintasi puluhan titik longsor antara Palu-Kulawi untuk menjangkau Desa Salua.
Sedangkan tiga korban tewas lainnya, kata Rudy, adalah warga Kecamatan Lindu, namun belum diketahui data diri mereka dan desa tempat mereka bermukim.
"Kami belum bisa menjangkau daerah Lindu karena poros jalan ke desa Sudaunta masih tertutup longsoran tanah, batu dan pepohonan. Dari Sidaunta, harus naik sepeda motor lagi ke Lindu selama tiga sampai empat jam lebih karena jalur itu tidak bisa dilewati mobil," ujar Rudy.
Ia menambahkan, tim penolong hingga Minggu petang sudah mengevakuasi sekitar 70 kepala keluarga untuk mencegah dampak dari gempa susulan.
"Gempa susulan masih terus terjadi. Hari Minggu ini saja sudah sekitar enam kali terjadi gempa susulan. Oleh karena itu, warga kami ungsikan sementara," ujarnya.
Rudy mengatakan beberapa desa yang dilaporkan paling parah tertimpa bencana ini, di antaranya Desa Salua, Sudaunta, dan beberapa desa di sekitar Danau Lindu, yang belum bisa dijangkau karena sulitnya akses jalan.
(L.R007*S027M008)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa Magnitudo 7,1 guncang Melonguane Sulawesi Utara, tidak berpotensi tsunami
11 January 2026 6:36 WIB
Gempa magnitudo 3,9 di Gayo Lues Aceh akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra
25 December 2025 23:00 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB