Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempabumi bermagnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Vilyuchinsk, Rusia, pada Kamis malam, tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Baca juga: Gempa magnitudo 7,8 di Kamchatka Rusia, Alaska berpotensi tsunami
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 51,79 derajat Lintang Utara dan 158,552 derajat Bujur Timur, atau sekitar 128 kilometer di utara Vilyuchinsk, Rusia, dengan kedalaman 52,2 kilometer.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya gempabumi tersebut tergolong gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka (Kurile–Kamchatka Trench).
Mekanisme sumber gempabumi ini menunjukkan pergerakan naik atau thrust faul yang umum terjadi pada zona subduksi aktif di kawasan tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG mengimbau masyarakat pesisir di Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Daryono menambahkan bahwa hingga Kamis malam pukul 20.00 WIB, belum terpantau adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock, serta belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa gempabumi tersebut dari otoritas setempat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Gempa 6,2 di Vilyuchinsk Rusia tidak berpotensi tsunami di RI

