Hutan Jati Bukit Tinggi Malunda Terbakar
Sabtu, 6 Oktober 2012 13:40 WIB
Majene, Sulbar (ANTARA News) - Kawasan hutan Bukit Tinggi di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terbakar yang diduga akibat ulah warga setempat.
"Kobaran api mulai menghanguskan hutan di daerah Bukit Tinggi sekitar 65 kilometer dari kota Mamuju ini dan telah menghanguskan hingga satu hektar hutan tanaman jati,"kata Ilham salah seorang warga Malunda di Majene, Jumat malam.
Menurutnya, kebakaran ini disebabkan ulah warga setempat yang membuka lahan baru untuk persiapan masa tanam sebelum memasuki musim hujan.
Kebakaran ini meludeskan hutan rakyat yang ditanami kayu jati dan berbagai tanaman lainnya.
"Api semakin berkobar dan belum bisa dipadamkan oleh masyarakat setempat,"ujarnya.
Ia mengatakan, api semakin mudah berkobar akibat dampak musim kemarau yang menlada daerah ini.
"Warga sekitar gunung tak bisa berbuat banyak karena lokasi kebakaran juga sulit didekati. Selain itu, juga dipenuhi hutan rimba dan semak belukar yang semakin mempercepat api membakar hutan itu,"ungkapnya lagi.
Kobaran api yang kian memanjang itu kata dia mulai merembet dan bahkan mendekati pemukiman warga pegunungan di Malunda.
"Kita khawatir kobaran api ini mendekati lahan kebun kakao yang banyak tumbuh di sekitar lokasi kebakaran. Makanya, warga saat ini telah melakukan langkah antisipasi agar kobaran api tidak menghanguskan tanaman produktif warga,"pungkasnya. (T.KR-ACO/S016)
"Kobaran api mulai menghanguskan hutan di daerah Bukit Tinggi sekitar 65 kilometer dari kota Mamuju ini dan telah menghanguskan hingga satu hektar hutan tanaman jati,"kata Ilham salah seorang warga Malunda di Majene, Jumat malam.
Menurutnya, kebakaran ini disebabkan ulah warga setempat yang membuka lahan baru untuk persiapan masa tanam sebelum memasuki musim hujan.
Kebakaran ini meludeskan hutan rakyat yang ditanami kayu jati dan berbagai tanaman lainnya.
"Api semakin berkobar dan belum bisa dipadamkan oleh masyarakat setempat,"ujarnya.
Ia mengatakan, api semakin mudah berkobar akibat dampak musim kemarau yang menlada daerah ini.
"Warga sekitar gunung tak bisa berbuat banyak karena lokasi kebakaran juga sulit didekati. Selain itu, juga dipenuhi hutan rimba dan semak belukar yang semakin mempercepat api membakar hutan itu,"ungkapnya lagi.
Kobaran api yang kian memanjang itu kata dia mulai merembet dan bahkan mendekati pemukiman warga pegunungan di Malunda.
"Kita khawatir kobaran api ini mendekati lahan kebun kakao yang banyak tumbuh di sekitar lokasi kebakaran. Makanya, warga saat ini telah melakukan langkah antisipasi agar kobaran api tidak menghanguskan tanaman produktif warga,"pungkasnya. (T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar: Hukuman mantan Kapolres Bukit Tinggi Dody Prawiranegara layak diperberat
11 May 2023 10:34 WIB, 2023
Polisi imbau pedagang dan pengunjung pasar di Majene waspadai uang palsu
16 June 2023 19:02 WIB, 2023
Petugas kesehatan beri layanan bergerak kepada korban banjir Malunda Majene
30 May 2022 6:08 WIB, 2022
Kapolda Sulawesi Barat minta longsor di jalur Trans Sulawesi segera diperbaiki
28 May 2022 5:42 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Penataan Program MBG, BGN tangguhkan 463 SPPG 10 hari untuk verifikasi data
27 August 2026 18:05 WIB