Cuaca Buruk Hambat Distribusi BBM Pertamina
Rabu, 30 Januari 2013 13:59 WIB
Makassar (ANTARA News) - Cuaca buruk menghambat distribusi bahan bakar minyak PT Pertamina Regional VII Makassar dalam dua pekan terakhir.
"Cuaca buruk yang terjadi dalam dua pekan terakhir Januari 2013 telah menurunkan distribusi BBM sekitar lima hingga 10 persen dari jumlah normal," kata General Manager Fuel Retail Marketing PT Pertamina Regional VII Makassar, Ageng Giriyono di Makassar, Rabu.
Menurut dia, pengapalan BBM dari Kalimantan ke Sulawesi mengalami perlambatan saat terjadi cuaca buruk pada pertengahan Januari 2013, sehingga BBM di sejumlah daerah terhambat juga distribusinya.
Dia mengatakan, untuk wilayah kerjanya terdapat 17 terminal BMM, enam depot pengisian pesawat udara (DPPU), satu depot elpiji, dan 637 lembaga penyalur BBM.
"Namun kini distribusi sudah berangsur normal, meskipun tetap harus waspada dalam proses pendistribusiannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Menurutnya pendistribusian BBM dua pekan lalu berada pada kondisi cuaca yang berada pada level merah, namun kini sudah masuk level kuning untuk area Sulawesi, sehingga distribusi BBM dijamin lebih lancar.
Sementara itu, wilayah pedesaan dan pesisir yang sulit terakses BBM pada saat kondisi cuaca buruk di antaranya Pulau Lumu-Lumu, Makassar, harga BBM jenis premium sempat mencapai Rp5.000 per liter.
Hal itu diakui salah seorang warga Pulau Lumu-Lumu, Makassar Idris yang berprofesi sebagai tukang ojek. "Saat cuaca buruk Premium harus dibeli Rp5.000 per liter. Suplai dari Kota Makassar terhambat akibat kapal antarpulau sulit merapat, menyusul tinggi gelombang mencapai tiga meter," katanya. (T.S036/E005)
"Cuaca buruk yang terjadi dalam dua pekan terakhir Januari 2013 telah menurunkan distribusi BBM sekitar lima hingga 10 persen dari jumlah normal," kata General Manager Fuel Retail Marketing PT Pertamina Regional VII Makassar, Ageng Giriyono di Makassar, Rabu.
Menurut dia, pengapalan BBM dari Kalimantan ke Sulawesi mengalami perlambatan saat terjadi cuaca buruk pada pertengahan Januari 2013, sehingga BBM di sejumlah daerah terhambat juga distribusinya.
Dia mengatakan, untuk wilayah kerjanya terdapat 17 terminal BMM, enam depot pengisian pesawat udara (DPPU), satu depot elpiji, dan 637 lembaga penyalur BBM.
"Namun kini distribusi sudah berangsur normal, meskipun tetap harus waspada dalam proses pendistribusiannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Menurutnya pendistribusian BBM dua pekan lalu berada pada kondisi cuaca yang berada pada level merah, namun kini sudah masuk level kuning untuk area Sulawesi, sehingga distribusi BBM dijamin lebih lancar.
Sementara itu, wilayah pedesaan dan pesisir yang sulit terakses BBM pada saat kondisi cuaca buruk di antaranya Pulau Lumu-Lumu, Makassar, harga BBM jenis premium sempat mencapai Rp5.000 per liter.
Hal itu diakui salah seorang warga Pulau Lumu-Lumu, Makassar Idris yang berprofesi sebagai tukang ojek. "Saat cuaca buruk Premium harus dibeli Rp5.000 per liter. Suplai dari Kota Makassar terhambat akibat kapal antarpulau sulit merapat, menyusul tinggi gelombang mencapai tiga meter," katanya. (T.S036/E005)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Pesawat Batik Air tujuan Lubuklinggau putar balik ke Soetta akibat cuaca buruk
29 June 2025 15:35 WIB, 2025
Enam penerbangan tujuan Manado dialihkan ke Gorontalo akibat cuaca buruk
23 March 2025 14:00 WIB, 2025
BBMKG : Siklon Tropis Sean berdampak hujan sedang hingga lebat di Bali
20 January 2025 11:33 WIB, 2025
BMKG prakirakan seluruh kota besar di Indonesia diguyur hujan pada Selasa
14 January 2025 7:43 WIB, 2025
Cuaca buruk empat pesawat gagal mendarat di Bandara Ternate, termasuk dari Makassar
15 December 2024 18:48 WIB, 2024
BMKG mengingatkan potensi curah hujan ekstrem saat mudik Natal-Tahun Baru
04 December 2024 14:20 WIB, 2024
ASDP tutup sementara tiga rute penyeberangan dari Kupang karena cuaca buruk
04 July 2024 12:44 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Koperasi Merah Putih di Sulsel catat 1,19 juta transaksi hingga Agustus 2026
28 September 2026 4:42 WIB