Anggota TNI Kodam Ditembak Di Depan Markas Raider
Jumat, 3 Mei 2013 16:30 WIB
Ilustrasi penembakan
Makassar (ANTARA Sulsel) - Seorang anggota TNI dari Batalyon Kavaleri Kodam VII/Wirabuana, Prajurit Satu (Pratu) Andi, menjadi korban penembakan oleh orang yang tidak dikenal tepat di depan Markas Raider 700.
Keterangan saksi mata yang juga rekan korban, Jaya (34), di Makassar, Jumat, korban merupakan anggota regu Tembak Senapan Otomatis (Ta Bak So) Peleton 2 Regu 2 Kompi 1 Batalyon Kavaleri.
Korban tertembak pada lengan kanannya dan tembus ke belakang. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar sekitar pukul 01.00 Wita.
Pelaku sendiri berdasarkan keterangan korban berjumlah tiga orang dan salah satu dari ketiga pelaku mengeluarkan senjata api dan langsung menembak dirinya.
Namun hingga saat ini, belum diketahui jenis senjata yang digunakan pelaku serta peluru yang menembus lengan kanannya itu karena tidak adanya pihak yang ingin memberikan informasi resmi kerjadian.
Jaya mengaku jika korban bersama dirinya berusaha mencari orang yang sering melakukan pemalakan di depan warungnya di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Korban yang melihat langsung aksi pemalakan itu berusaha memberi tahu pelaku, tetapi ketiga pelaku pemalakan kemudian membalasnya dengan serangan mendadak menggunakan senjata api.
"Awalnya itu saya diberitahu sama Pak Andi kalau ada orang yang selalu melakukan pemalakan di depan warungnya karena kebetulan bengkel saya berdekatan dengan warungnya," katanya.
Usai melakukan penyerangan itu, pelaku yang berjumlah tiga orang itu kemudian melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi DD 4544 R sedangkan motor lainnya tidak diketahui.
Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana Letkol Inf Heri Steve Sinaulan mengatakan pihaknya belum mendengar kabar akan adanya anggota yang menjadi korban penembakan, sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak Polsek Tamalanrea yang menangani kasus ini juga enggan memberikan keterangan kepada media, bahkan pejabat humas Polda Sulselbar juga belum bersedia menjawab pertanyaan wartawan ketika dikonfirmasi.
Editor : Agus Setiawan
Keterangan saksi mata yang juga rekan korban, Jaya (34), di Makassar, Jumat, korban merupakan anggota regu Tembak Senapan Otomatis (Ta Bak So) Peleton 2 Regu 2 Kompi 1 Batalyon Kavaleri.
Korban tertembak pada lengan kanannya dan tembus ke belakang. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar sekitar pukul 01.00 Wita.
Pelaku sendiri berdasarkan keterangan korban berjumlah tiga orang dan salah satu dari ketiga pelaku mengeluarkan senjata api dan langsung menembak dirinya.
Namun hingga saat ini, belum diketahui jenis senjata yang digunakan pelaku serta peluru yang menembus lengan kanannya itu karena tidak adanya pihak yang ingin memberikan informasi resmi kerjadian.
Jaya mengaku jika korban bersama dirinya berusaha mencari orang yang sering melakukan pemalakan di depan warungnya di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Korban yang melihat langsung aksi pemalakan itu berusaha memberi tahu pelaku, tetapi ketiga pelaku pemalakan kemudian membalasnya dengan serangan mendadak menggunakan senjata api.
"Awalnya itu saya diberitahu sama Pak Andi kalau ada orang yang selalu melakukan pemalakan di depan warungnya karena kebetulan bengkel saya berdekatan dengan warungnya," katanya.
Usai melakukan penyerangan itu, pelaku yang berjumlah tiga orang itu kemudian melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi DD 4544 R sedangkan motor lainnya tidak diketahui.
Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana Letkol Inf Heri Steve Sinaulan mengatakan pihaknya belum mendengar kabar akan adanya anggota yang menjadi korban penembakan, sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak Polsek Tamalanrea yang menangani kasus ini juga enggan memberikan keterangan kepada media, bahkan pejabat humas Polda Sulselbar juga belum bersedia menjawab pertanyaan wartawan ketika dikonfirmasi.
Editor : Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat Smart Air di Karowai Papua
12 February 2026 13:38 WIB
KSAD: Presiden Prabowo ingatkan pimpinan beri "reward" kepada prajurit berprestasi
10 February 2026 5:03 WIB
Tujuh paket kantong korban pesawat ATR dievakuasi ke DVI untuk identifikasi
23 January 2026 18:33 WIB
Pangdam Hasanuddin kirim logistik dukung operasi SAR cari korban pesawat ATR
20 January 2026 22:08 WIB
Operasi modifikasi cuaca jadi opsi pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
20 January 2026 4:24 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Seorang notaris akan diperiksa polisi, Kemenkum Sulbar minta notaris jaga integritas profesi
12 February 2026 18:40 WIB
KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat Smart Air di Karowai Papua
12 February 2026 13:38 WIB