Malaysia mengutuk keras pertempuran di Sudan
Senin, 17 April 2023 6:10 WIB
Menteri Luar Negeri Malaysia Zambry Abdul Kadir mengikuti pertemuan ASEAN Coordinating Council (ACC) di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat (3/2/2023). . ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.
Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia mengutuk keras pertempuran yang masih berlangsung antara Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF) yang telah menyebabkan penderitaan dan kehilangan mereka yang tidak berdosa.
Kementerian Luar Negeri (KLN) Malaysia dalam pernyataan yang dikeluarkan di Putrajaya, Minggu, mengatakan dalam semangat bulan suci Ramadhan, Malaysia memanggil kedua pihak untuk segera menghentikan pertempuran dan menahan diri sepenuhnya, mencerminkan prinsip perdamaian dan kasih sayang Islam.
Kedua pihak harus menyelesaikan semua perbedaan melalui cara-cara damai, dan menghindari aksi apapun yang dapat memperuncing tensi dalam negara.
Dialog dan negosiasi yang bermakna adalah satu-satunya jalan untuk maju menuju pemulihan perdamaian dan stabilitas di Sudan.
Pernyataan itu, KLN juga menyebutkan bahwa Malaysia mendesak semua pihak untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan warga sipil dan bekerja sama untuk menciptakan suasana yang damai dan stabil di mana seluruh rakyat Sudan dapat berkembang dan makmur.
Malaysia, lanjutnya, tetap bersolidaritas pada rakyat Sudan dan akan terus melanjutkan dukungan pada upaya menyelesaikan konflik secara langgeng dan damai.
“Kami berdoa untuk kesejahteraan dan keselamatan rakyat Sudan selama masa yang penuh tantangan ini,” demikian pernyataan tersebut.
KLN mengatakan memonitor situasi bentrokan di Khartoum, Sudan, antara Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF yang terjadi pada 15 April 2023, di mana telah membuat ketidaktenteraman politik dan keamanan di negara tersebut.
Kedutaan Besar Malaysia di Khartoum mengonfirmasi bahwa beberapa bagian kota terus mengalami keresahan mengikuti perkembangan tersebut.
Sebanyak 29 warga Malaysia di Sudan, yang sebagian besar mahasiswa, dipastikan aman. Kedutaan berhubungan dekat dengan mereka dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Selain itu Wisma Putra juga mengimbau rakyat Malaysia yang akan mengunjungi Sudan sangat disarankan untuk menunda perjalanan mereka sampai situasi stabil.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia kutuk pertempuran di Sudan
Kementerian Luar Negeri (KLN) Malaysia dalam pernyataan yang dikeluarkan di Putrajaya, Minggu, mengatakan dalam semangat bulan suci Ramadhan, Malaysia memanggil kedua pihak untuk segera menghentikan pertempuran dan menahan diri sepenuhnya, mencerminkan prinsip perdamaian dan kasih sayang Islam.
Kedua pihak harus menyelesaikan semua perbedaan melalui cara-cara damai, dan menghindari aksi apapun yang dapat memperuncing tensi dalam negara.
Dialog dan negosiasi yang bermakna adalah satu-satunya jalan untuk maju menuju pemulihan perdamaian dan stabilitas di Sudan.
Pernyataan itu, KLN juga menyebutkan bahwa Malaysia mendesak semua pihak untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan warga sipil dan bekerja sama untuk menciptakan suasana yang damai dan stabil di mana seluruh rakyat Sudan dapat berkembang dan makmur.
Malaysia, lanjutnya, tetap bersolidaritas pada rakyat Sudan dan akan terus melanjutkan dukungan pada upaya menyelesaikan konflik secara langgeng dan damai.
“Kami berdoa untuk kesejahteraan dan keselamatan rakyat Sudan selama masa yang penuh tantangan ini,” demikian pernyataan tersebut.
KLN mengatakan memonitor situasi bentrokan di Khartoum, Sudan, antara Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF yang terjadi pada 15 April 2023, di mana telah membuat ketidaktenteraman politik dan keamanan di negara tersebut.
Kedutaan Besar Malaysia di Khartoum mengonfirmasi bahwa beberapa bagian kota terus mengalami keresahan mengikuti perkembangan tersebut.
Sebanyak 29 warga Malaysia di Sudan, yang sebagian besar mahasiswa, dipastikan aman. Kedutaan berhubungan dekat dengan mereka dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Selain itu Wisma Putra juga mengimbau rakyat Malaysia yang akan mengunjungi Sudan sangat disarankan untuk menunda perjalanan mereka sampai situasi stabil.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia kutuk pertempuran di Sudan
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Sabar/Reza ke final Indonesia Masters 2026 usai singkirkan pasangan Malaysia
24 January 2026 5:13 WIB
Sabar/Reza terhenti di perempat final Malaysia Open 2026 dikalahkan unggulan kedua
10 January 2026 5:46 WIB
Malaysia Open 2026, Jafar/Felisha untuk ketujuh kalinya takluk dari Chen/Toh
07 January 2026 5:01 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB