Phnom Penh (ANTARA) -  Lagu Indonesia Raya untuk kali pertama akhirnya berkumandang dan Merah Putih berkibar di Morodok Tecno National Aquatics Center, Phnom Penh yang menjadi arena lomba cabang olahraga renang SEA Games XXXII/2023 Kamboja.

Momen tersebut tercipta setelah I Gede Siman Sudartawa memastikan medali emas pada nomor 50 meter gaya punggung putra, Minggu.

Dengan bangga Siman turut membawa bendera Merah Putih dan membentangkannya ketika naik podium dalam upacara pengalungan medali. Dia memejamkan mata dengan meletakkan tangan kanan di dada kiri. Penuh khidmat.

Selepas itu, dia langsung berjalan ke pinggiran kolam, titik lokasi tim renang Indonesia berkumpul. Dia langsung memeluk orang-orang yang terus memberikan dukungan penuh, termasuk sang pelatih Albert C. Susanto. Air mata Siman pun jatuh dalam pelukan tersebut.

Momen yang tak akan terlupakan mengingat kemenangan kali ini diraih dengan penuh drama yang sebelumnya dialami sosok pria asal Bali tersebut.

Setelah seremoni, Siman menghampiri awak media asal Indonesia yang telah menantinya.

Dia tak langsung berkomentar. Namun menarik napas dalam-dalam. Kemudian senyum bahagia terpancar saat menjawab dengan terbata-bata pertanyaan dari pewarta terkait hasil perlombaan.

Dia berbicara terkait perjuangannya untuk bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Merah Putih usai menjadi yang tercepat 25,16 detik nomor 50 meter gaya punggung putra pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara edisi ke-32 tersebut.

Perenang  kelahiran  8 September 1994 itu mengalahkan perenang Filipina Jerard Dominic Jacinto yang harus puas pulang dengan perak usai membukukan 25,56 detik. Sementara perunggu menjadi milik juara bertahan asal Singapura Quah Zheng Wen dengan 25,61 detik.

Lebih dari sekadar kemenangan, bagi Siman emas di Kamboja sekaligus pembuktian dirinya masih menjadi perenang terbaik Indonesia, khususnya nomor 50 meter gaya punggung putra.

Terlebih polemik sempat terjadi sebelum Siman bisa tampil di SEA Games 2023. Pada Oktober 2022, dia dan perenang senior lainnya dibuat kaget karena diminta meninggalkan pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Bingung, sedih, dan kecewa campur aduk. "Karena alasannya ketika itu tidak jelas," kata perenang Siman mengulas lagi masa-masa tidak menyenangkan tersebut.

Ketika itu, Siman pasrah. Namun dia tak patah arang dan tetap berlatih di klub di bawah bimbingan sang pelatih Albert C. Susanto yang juga sempat dikeluarkan dari pelatnas.

Kesempatan pria berpostur 175 cm itu untuk kembali masuk pelatnas datang ketika Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) menggelar seleksi nasional (seleknas) pada pada 21-24 Februari 2023.

Siman pun menunjukkan tajinya dengan menjadi yang terbaik sehingga kembali masuk skuad Merah Putih untuk SEA Games 2023.

Siman mempersiapkan diri di pelatnas hanya dalam kurun waktu dua bulan sebelum berlaga di SEA Games 2023. "Durasi yang singkat dan kurang ideal," kata Siman.

Untuk itu, Siman pun tak muluk soal target. Dia enggan menjanjikan apa-apa kepada PB PRSI di SEA Games 2023.

Albert sebagai pelatih pun mengamini pernyataan Siman. Namun, demi berkibarnya Merah Putih di Kamboja, Siman terus memaksimalkan persiapan dan mengesampingkan semua yang telah terjadi sebelumnya.

Kesungguhannya Siman membuahkan hasil dengan medali emas sekaligus membalas kegagalan tahun lalu di SEA Games XXXI/2021 Vietnam yang pada nomor 50 meter gaya punggung putra hanya mendapatkan perunggu.

Emas ketujuh

Emas di Kamboja menambah koleksi kepingan medali Siman sepanjang tampil pada pesta terakbar dua tahunan di kawasan ASEAN Tersebut.

Secara keseluruhan, Siman telah mengoleksi 17 medali, dengan rincian delapan emas, enam perak, dan tiga perunggu.

Sejak debut SEA Games XXVI/2011 di Jakarta-Palembang, dia tak pernah absen menyumbang medali untuk Indonesia.

Dalam debutnya pada SEA Games 2011, dia sukses memborong lima emas masing-masing dari nomor 50 meter, 100 meter, dan 200 meter gaya punggung putra, serta satu emas dari nomor estafet 4x100 meter gaya ganti putra.

Dua tahun kemudian di SEA Games XXVII/2013 Myanmar, Siman meraih emas pada nomor 100 meter gaya punggung putra dan perak pada nomor 200 meter gaya punggung putra.

Lanjut pada SEA Games XXVIII/2015 di Singapura, Siman mengalami penurunan prestasi dengan hanya meraih tiga medali perak pada nomor 50 meter dan 100 meter gaya punggung putra, serta estafet 4x100 gaya ganti.

Dia berhasil mengembalikan kejayaan di nomor 50 meter gaya punggung putra dengan meraih emas pada SEA Games XXIX/2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Siman juga mengemas dua perak pada nomor 100 meter gaya punggung dan estafet 4x100 meter gaya ganti. Serta perunggu pada nomor estafet 4x100 meter gaya bebas di Negeri Jiran.

Kemudian perenang yang tampil pada Olimpiade 2012 di London itu mempertahankan emas 50 meter gaya punggung pada SEA Games XXX/2019 Filipina dengan membukukan 25,12 detik yang membuat namanya tercatat sebagai pemegang rekor SEA Games. Selain itu, dia juga membawa pulang perunggu untuk nomor 100 meter gaya punggung putra.

Penurunan prestasi memang sempat dialami Siman pada SEA Games XXXI/2021 Vietnam yang tertunda selama satu tahun karena pandemi COVID-19. Ketika itu, dia hanya meraih perunggu pada nomor 50 meter gaya punggung.

Kini, Siman pun berhasil kembali membuktikan dirinya masih bertaji. Perjalanannya di SEA Games 2023 belum selesai. Dia akan kembali untuk nomor-nomor gaya punggung berikutnya.

Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Medali emas pembuktian I Gede Siman Sudartawa di SEA Games Kamboja

Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2024