Makassar (ANTARA Sulsel) - Sulawesi Selatan belum menyiapkan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2013 di Jakarta, September, karena masih menunggu keputusan Dispora setempat.

Sekretaris Umum Perpani Sulsel Suherman di Makassar, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan persiapan karena belum bisa memastikan cabang olahraga panahan akan diikutkan atau tidak.

Ia juga mengaku belum melakukan komunikasi dengan pihak Dispora Sulsel terkait Popnas 2013.

"Kami belum ada kumonikasi, namun jika pada akhirnya tetap diikutkan maka kami akan segera menyiapkan segalanya termasuk menggelar seleksi atlet," katanya.

Pada penyelengaraan Popnas 2011 di Pekanbaru, Riau, cabang panahan tetap masuk dalam 13 cabang olahraga yang diberangkatkan. Namun untuk pelaksanaan Popnas 2013 hingga kini belum mendapatkan kepastian tampil.

Sementara itu, Sekretaris Umum PJSI Sulsel Azis Parassa juga mengakui belum menggelar persiapan karena menunggu petunjuk Dispora Sulsel dan Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI).

PB PJSI, kata dia, memang masih berperan soal aturan pertandingan.

Menurut dia, Tim Judo Sulsel di Popnas 2011 mendapatkan kuota sebanyak empat atlet. Untuk 2013, pihaknya justru belum mendapatkan kepastian terkait keberangkatan tim judo Sulsel.

Sementara itu, Pelatih Bulu tangkis Sulsel Azis mengancam pihaknya tidak akan tampil di Popnas jika Dispora Sulsel tidak menyediakan anggaran.

Pelatih PB Yanti Jaya Makassar itu menjelaskan, keputusan tegas itu terpaksa diambil karena pihaknya sudah berkorban banyak pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar antar Wilayah (Popwil) IV di Makassar, 3-6 Desember 2012.

Pada Popwil 2012, kata dia, pihaknya harus menanggung seluruh pembiayaan atlet selama persiapan. Itu dilakukan karena pihak Dispora Sulsel ketika itu mengaku tidak memiliki anggaran.

Pada Popwil 2012 yang merupakan kualifikasi Popnas 2013, Tim Bulu Tangkis Sulsel berhasil meloloskan lima atlet terbaiknya masing-masing Liska Ayu dan Sarifah (tunggal putri), Uznul, Renaldi (tunggal putra), serta Nurul Azizah dan Rezky Widiastuti yang berlaga di nomor ganda putri.

"Kami harus mengeluarkan biaya pribadi hingga Rp10 juta untuk bisa tampil di Popwil. Kami kira apa yang telah kami lakukan sudah cukup dan jika pada akhirnya tetap harus mengeluarkan biaya maka kami tidak akan berangkat," katanya. Farochah