Alcaraz beri peringatkan Djokovic dengan mengalahkan petenis veteran
Rabu, 5 Juli 2023 10:28 WIB
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz merayakan kemenangannya pada pertandingan babak pertama melawan petenis Prancis Jeremy Chardy di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Selasa (4/7/2023). (ANTARA/REUTERS/Andrew Couldridge)
Jakarta (ANTARA) - Petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz memperingatkan Novak Djokovic bahwa dia tidak akan menyerah di bawah tekanan jika bertemu dengan saingannya itu di final Wimbledon.
Alcaraz mengawali upayanya untuk merebut gelar Wimbledon dengan percaya diri saat ia mengalahkan petenis veteran asal Prancis Jeremy Chardy 6-0, 6-2, 7-5 pada babak pertama, Selasa waktu setempat.
Skor kemenangan petenis Spanyol berusia 20 tahun itu sekaligus menegaskan statusnya sebagai penantang utama juara bertahan Djokovic.
Alcaraz yang sudah memiliki lima gelar musim ini berada dalam kondisi baik setelah memenangi trofi lapangan rumput perdananya di Queen's Club bulan lalu.
Namun, Djokovic masih menjadi orang yang harus dikalahkan di saat petenis Serbia itu juga berambisi mengejar gelar Wimbledon kedelapan.
Juara US Open Alcaraz diunggulkan untuk bertemu petenis nomor dua dunia Djokovic di final All England Club.
Pertandingan tersebut akan menjadi ulangan semifinal French Open bulan lalu yang dimenangi Djokovic 6-3, 5-7, 6-1, 6-1 setelah Alcaraz mengalami kram pada dua set terakhir.
Alcaraz yakin kejadian yang disebabkan karena tegang tersebut tidak akan terulang lagi jika mereka bertemu di final Wimbledon.
"Alasan utama saya mengalami kram adalah ketegangan yang saya alami saat menghadapi Novak di semifinal Grand Slam. Saya yakin pengalaman adalah bagian yang sangat penting dari itu," kata Alcaraz, dikutip dari AFP, Rabu.
"Saya belajar banyak dari pertandingan itu untuk pertemuan berikutnya menghadapi Novak. Kondisinya akan berbeda. Saya akan menghadapi tekanan lebih baik daripada saat di French Open."
"Saya tidak bisa bermain dengan ketegangan itu. Seperti yang saya katakan, ini akan berbeda di lain waktu."
Sebagai pesaing utama perebutan gelar, Alcaraz mengakui dia dan Djokovic akan saling mengikuti perkembangan satu sama lain di turnamen tersebut.
"Saya menonton pertandingannya, itu sudah jelas, tapi tidak keseluruhan pertandingan. Saya pikir dia melakukan hal yang sama seperti saya," ujar Alcaraz.
"Untuk memenangi turnamen. Itulah tujuan utama saya saat ini. Saya sangat percaya diri."
Di babak kedua, Alcaraz akan menghadapi pemenang pertandingan antar sesama petenis Prancis Alexandre Muller dan Arthur Rinderknech.
Alcaraz mengawali upayanya untuk merebut gelar Wimbledon dengan percaya diri saat ia mengalahkan petenis veteran asal Prancis Jeremy Chardy 6-0, 6-2, 7-5 pada babak pertama, Selasa waktu setempat.
Skor kemenangan petenis Spanyol berusia 20 tahun itu sekaligus menegaskan statusnya sebagai penantang utama juara bertahan Djokovic.
Alcaraz yang sudah memiliki lima gelar musim ini berada dalam kondisi baik setelah memenangi trofi lapangan rumput perdananya di Queen's Club bulan lalu.
Namun, Djokovic masih menjadi orang yang harus dikalahkan di saat petenis Serbia itu juga berambisi mengejar gelar Wimbledon kedelapan.
Juara US Open Alcaraz diunggulkan untuk bertemu petenis nomor dua dunia Djokovic di final All England Club.
Pertandingan tersebut akan menjadi ulangan semifinal French Open bulan lalu yang dimenangi Djokovic 6-3, 5-7, 6-1, 6-1 setelah Alcaraz mengalami kram pada dua set terakhir.
Alcaraz yakin kejadian yang disebabkan karena tegang tersebut tidak akan terulang lagi jika mereka bertemu di final Wimbledon.
"Alasan utama saya mengalami kram adalah ketegangan yang saya alami saat menghadapi Novak di semifinal Grand Slam. Saya yakin pengalaman adalah bagian yang sangat penting dari itu," kata Alcaraz, dikutip dari AFP, Rabu.
"Saya belajar banyak dari pertandingan itu untuk pertemuan berikutnya menghadapi Novak. Kondisinya akan berbeda. Saya akan menghadapi tekanan lebih baik daripada saat di French Open."
"Saya tidak bisa bermain dengan ketegangan itu. Seperti yang saya katakan, ini akan berbeda di lain waktu."
Sebagai pesaing utama perebutan gelar, Alcaraz mengakui dia dan Djokovic akan saling mengikuti perkembangan satu sama lain di turnamen tersebut.
"Saya menonton pertandingannya, itu sudah jelas, tapi tidak keseluruhan pertandingan. Saya pikir dia melakukan hal yang sama seperti saya," ujar Alcaraz.
"Untuk memenangi turnamen. Itulah tujuan utama saya saat ini. Saya sangat percaya diri."
Di babak kedua, Alcaraz akan menghadapi pemenang pertandingan antar sesama petenis Prancis Alexandre Muller dan Arthur Rinderknech.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Petenis Spanyol Alcaraz juara Australian Open 2026 usai tumbangkan Djokovic
01 February 2026 21:40 WIB
Djokovic kian dekat raih gelar Grand Slam ke-25 setelah melaju ke final Austarlia Open
31 January 2026 6:05 WIB
Singkirkan Djokovic, Sinner tantang Alcaraz di final Roland Garros pertamanya
07 June 2025 10:16 WIB
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Proliga 2026, LavAni juara putaran pertama usai tumbangkan Bhayangkara Presisi
10 April 2026 5:29 WIB