Makassar (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memaparkan lima tantangan ASEAN pada seminar nasional di Unhas Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan kelima tantangan yang kini harus diantisipasi ASEAN yaitu pertama, bagaimana mengelola intensitas rivalitas antara Amerika Serikat (AS) dan China yang semakin tinggi, diawali rivalitas ekonomi kemudian berlanjut ke rivalitas politik dan militer.
"Keduanya sama-sama merupakan mitra strategis ASEAN, dimana RRC (China) merupakan mitra terbesar dalam perdagangan ASEAN selama puluhan tahun, di sisi lain Amerika juga merupakan penyumbang Foreign Direct Investment (FDI) terbesar pada 2022 yang mencapai 40 miliar dolar AS," katanya pada seminar "Kepemimpinan Strategis Indonesia di ASEAN di tengah rivalitas geopolitik dan ancaman kejahatan transnasional."
Melihat kondisi ini, lanjut dia, maka negara negara ASEAN harus lebih memperkuat persatuan dan keharmonisan dari pengaruh kekuasaan eksternal yang ingin memecah ASEAN.
Baca juga: Mahfud MD buka Forum Koordinasi Sentra Gakkumdu Pemilu 2024
Untuk tantangan kedua, kata dia, yakni konflik Rusia-Ukrania yang masih terjadi dan belum bisa dipastikan sampai kapan akan berakhir.
Secara ekonomi terjadi dampak global, termasuk di kawasan ASEAN. Kebijakan Rusia yang mengurangi pasokan energi ke Eropa turut mendorong harga minyak mentah dunia melambung, yang secara langsung ikut mendorong tingkat inflasi yang tinggi.
"Selanjutnya yang menjadi tantangan ASEAN yakni situasi krisis di Myanmar, ancaman kejahatan transnasional, dan keamanan maritim," jelas Menko Mahfud MD.
Dikatakannya, Indonesia memegang tongkat estafet kepemimpinan ASEAN dan menjadi titik epicentrum pada tahun ini.
Karena itu, menurut dia, persaingan dagang dan dinamika perbatasan antara negara anggota ASEAN menjadi isu-isu yang mengarahkan kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN kepada kepemimpinan strategis.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Polhukam Mahfud MD paparkan lima tantangan ASEAN
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan kelima tantangan yang kini harus diantisipasi ASEAN yaitu pertama, bagaimana mengelola intensitas rivalitas antara Amerika Serikat (AS) dan China yang semakin tinggi, diawali rivalitas ekonomi kemudian berlanjut ke rivalitas politik dan militer.
"Keduanya sama-sama merupakan mitra strategis ASEAN, dimana RRC (China) merupakan mitra terbesar dalam perdagangan ASEAN selama puluhan tahun, di sisi lain Amerika juga merupakan penyumbang Foreign Direct Investment (FDI) terbesar pada 2022 yang mencapai 40 miliar dolar AS," katanya pada seminar "Kepemimpinan Strategis Indonesia di ASEAN di tengah rivalitas geopolitik dan ancaman kejahatan transnasional."
Melihat kondisi ini, lanjut dia, maka negara negara ASEAN harus lebih memperkuat persatuan dan keharmonisan dari pengaruh kekuasaan eksternal yang ingin memecah ASEAN.
Baca juga: Mahfud MD buka Forum Koordinasi Sentra Gakkumdu Pemilu 2024
Untuk tantangan kedua, kata dia, yakni konflik Rusia-Ukrania yang masih terjadi dan belum bisa dipastikan sampai kapan akan berakhir.
Secara ekonomi terjadi dampak global, termasuk di kawasan ASEAN. Kebijakan Rusia yang mengurangi pasokan energi ke Eropa turut mendorong harga minyak mentah dunia melambung, yang secara langsung ikut mendorong tingkat inflasi yang tinggi.
"Selanjutnya yang menjadi tantangan ASEAN yakni situasi krisis di Myanmar, ancaman kejahatan transnasional, dan keamanan maritim," jelas Menko Mahfud MD.
Dikatakannya, Indonesia memegang tongkat estafet kepemimpinan ASEAN dan menjadi titik epicentrum pada tahun ini.
Karena itu, menurut dia, persaingan dagang dan dinamika perbatasan antara negara anggota ASEAN menjadi isu-isu yang mengarahkan kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN kepada kepemimpinan strategis.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Polhukam Mahfud MD paparkan lima tantangan ASEAN