UGM dan Unhas kerja sama pengelolaan peternakan sapi potong komersial
Rabu, 26 Juli 2023 5:53 WIB
Suasana di sela kegiatan pelatihan dan pengelolaan ternak sapi komersial di salah satu lokasi binaan, Palopo, Sulsel. ANTARA/HO-FP Unhas
Makassar (ANTARA) - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Indonesia-Australia Red Mead and Cattle Partnership (RMCP) menggelar program pelatihan pengelolaan usaha peternakan sapi potong komersial skala kecil.
"Kegiatan pelatihan ini berlangsung mulai kemarin hingga 29 Juli 2023 untuk kerja sama Indonesia Australia Partnership on Food Security in RMCP pemerintah Indonesia dan Australia," kata Project Leader Dr. Panjono di Makassar, Selasa (25/7).
Menurut dia, hal itu sebagai tanggapan atas tren pasokan global yang menunjukkan peningkatan permintaan daging dalam negeri di Indonesia, penurunan produksi dalam negeri, berkurangnya ketersediaan impor, dan harga yang tinggi dari negara pengekspor.
Fakultas Peternakan UGM dan Unhas sebagai lembaga terkemuka untuk Ilmu dan Industri Peternakan di Indonesia terpilih sebagai fasilitator pelatihan pengelolaan usaha peternakan sapi komersial skala kecil.
Panjono mengatakan bahwa peserta adalah peternak yang mengharapkan hasil dari ternak usahanya dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan.
Pelatihan diikuti oleh 30 orang yang terdiri atas peternak komersial skala kecil dengan kepemilikan jumlah sapi 10—100 ekor.
Komposisi peserta terdiri atas 20 laki-laki dan 10 perempuan yang berasal dari Sulawesi dan Kalimantan.
Peserta yang lolos mengikuti pelatihan ini berasal darl tujuh provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Project Leader juga menambahkan bahwa program pelatihan menggunakan metode pembelajaran UGM dan Unhas kerja sama pengelolaan sapi potong komersial.
"Kegiatan pelatihan ini berlangsung mulai kemarin hingga 29 Juli 2023 untuk kerja sama Indonesia Australia Partnership on Food Security in RMCP pemerintah Indonesia dan Australia," kata Project Leader Dr. Panjono di Makassar, Selasa (25/7).
Menurut dia, hal itu sebagai tanggapan atas tren pasokan global yang menunjukkan peningkatan permintaan daging dalam negeri di Indonesia, penurunan produksi dalam negeri, berkurangnya ketersediaan impor, dan harga yang tinggi dari negara pengekspor.
Fakultas Peternakan UGM dan Unhas sebagai lembaga terkemuka untuk Ilmu dan Industri Peternakan di Indonesia terpilih sebagai fasilitator pelatihan pengelolaan usaha peternakan sapi komersial skala kecil.
Panjono mengatakan bahwa peserta adalah peternak yang mengharapkan hasil dari ternak usahanya dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan.
Pelatihan diikuti oleh 30 orang yang terdiri atas peternak komersial skala kecil dengan kepemilikan jumlah sapi 10—100 ekor.
Komposisi peserta terdiri atas 20 laki-laki dan 10 perempuan yang berasal dari Sulawesi dan Kalimantan.
Peserta yang lolos mengikuti pelatihan ini berasal darl tujuh provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Project Leader juga menambahkan bahwa program pelatihan menggunakan metode pembelajaran UGM dan Unhas kerja sama pengelolaan sapi potong komersial.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas TPHP Sulbar dorong ekosistem hilirisasi peternakan secara terintegrasi
12 January 2026 21:23 WIB
BI Sulawesi Selatan dan regulator bahas strategi penguatan ekonomi Sulsel
18 October 2024 0:52 WIB, 2024
Mentan: Brasil investasi peternakan di indonesia senilai Rp4,5 triliun
13 September 2024 13:21 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Tingkatkan tertib administrasi, Kanwil Kemenkum Sulbar perkuat sinergi dengan BHP Makassar
29 January 2026 18:00 WIB