Lifter Eko Yuli dan Ricko bersaing ke Olimpiade Paris 2024
Senin, 2 Oktober 2023 6:03 WIB
Lifter putra Indonesia Ricko Saputra bersiap melakukan angkatan snatch pada final 61 kilogram Grup A Asian Games 2022 di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, Minggu (1/10/2023). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta (ANTARA) - Dua lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan dan Ricko Saputra akan saling bersaing memperebutkan tiket ke Olimpiade Paris 2024 di kelas 61kg setelah keduanya menyelesaikan Asian Games Hangzhou pada Minggu tanpa membawa pulang medali.
Eko memutus tradisi merebut medali multicabang terbesar di Asia itu menyusul kurangnya persiapan di kelas 67kg putra di mana ia gagal mengeksekusi tiga angkatan clean & jerk dan hanya membukukan 145kg dari angkatan snatch pada perlombaan yang berlangsung di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium.
Sebelumnya ia mendapat emas di Jakarta-Palembang 2018, perunggu di Incheon 2014, dan perunggu di Guangzhou 2010, ketiganya ia raih di kelas 62kg.
"Ke depannya pasti persiapan untuk Olimpiade. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik di Olimpiade nanti," kata Eko.
"Memang persiapannya belum maksimal untuk di kelas ini. Ada sesuatu lah yang pasti kenapa saya di kelas 67kg, nanti biar pelatih yang bicara," kata Eko yang biasa turun di kelas yang lebih rendah 61kg tersebut.
Lebih dini di arena yang sama, Ricko mendapati kulit telapak tangannya sobek dan terbuka saat pemanasan sehingga menghalanginya tampil maksimal di kelas 61kg.
Atlet 23 tahun itu gagal melakukan dua angkatan snatch pertamanya sebelum berhasil mengangkat 128kg diikuti 160kg dari clean & jerk.
Ia lantas gagal mengeksekusi target 167kg dan 170kg yang diberikan pelatih pada dua kesempatan terakhirnya dan pada akhirnya menyelesaikan lomba di peringkat ketujuh dengan total angkatan 288kg.
Menurut catatan IWF, Ricko memiliki angkatan total terbaik 298kg dari 133kg snatch dan 165kg yang ia torehkan di Kejuaraan Asia di Korea 2023.
Pelatih tim angkat besi Indonesia Dirja Wihardja mengatakan Eko dan Ricko harus saling bersaing karena hanya ada satu tiket dari setiap kelas angkat besi yang dilombakan di Olimpiade.
Sementara, masih tersisa tiga kejuaraan kualifikasi Olimpiade yang akan diikuti tim Indonesia yaitu di Qatar pada Desember akhir tahun, Uzbekistan pada Februari dan Thailand pada April tahun depan.
"Sementara ini Ricko bersaing dengan Eko," kata Dirja. Siapa yang total angkatannya lebih tinggi di antara kedua lifter itu maka dia yang bakal dikirim ke Paris.
"Eko total angkatannya sudah 300kg, sedangkan Ricko berada pada peringkat enam dunia pada starting listnya.
"Penentuan terakhir pada April nanti di Phuket, Thailand," kata Dirja.
Sang pelatih juga mengungkapkan posisi Eko untuk sementara ini di peringkat tiga di bawah lifter China Li Fabin dan lifter Italia Sergio Massidda.
Baca juga: Lifter Ricko dan Eko Yuli mulai bertarung di Asian Games 2022
Eko memutus tradisi merebut medali multicabang terbesar di Asia itu menyusul kurangnya persiapan di kelas 67kg putra di mana ia gagal mengeksekusi tiga angkatan clean & jerk dan hanya membukukan 145kg dari angkatan snatch pada perlombaan yang berlangsung di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium.
Sebelumnya ia mendapat emas di Jakarta-Palembang 2018, perunggu di Incheon 2014, dan perunggu di Guangzhou 2010, ketiganya ia raih di kelas 62kg.
"Ke depannya pasti persiapan untuk Olimpiade. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik di Olimpiade nanti," kata Eko.
"Memang persiapannya belum maksimal untuk di kelas ini. Ada sesuatu lah yang pasti kenapa saya di kelas 67kg, nanti biar pelatih yang bicara," kata Eko yang biasa turun di kelas yang lebih rendah 61kg tersebut.
Lebih dini di arena yang sama, Ricko mendapati kulit telapak tangannya sobek dan terbuka saat pemanasan sehingga menghalanginya tampil maksimal di kelas 61kg.
Atlet 23 tahun itu gagal melakukan dua angkatan snatch pertamanya sebelum berhasil mengangkat 128kg diikuti 160kg dari clean & jerk.
Ia lantas gagal mengeksekusi target 167kg dan 170kg yang diberikan pelatih pada dua kesempatan terakhirnya dan pada akhirnya menyelesaikan lomba di peringkat ketujuh dengan total angkatan 288kg.
Menurut catatan IWF, Ricko memiliki angkatan total terbaik 298kg dari 133kg snatch dan 165kg yang ia torehkan di Kejuaraan Asia di Korea 2023.
Pelatih tim angkat besi Indonesia Dirja Wihardja mengatakan Eko dan Ricko harus saling bersaing karena hanya ada satu tiket dari setiap kelas angkat besi yang dilombakan di Olimpiade.
Sementara, masih tersisa tiga kejuaraan kualifikasi Olimpiade yang akan diikuti tim Indonesia yaitu di Qatar pada Desember akhir tahun, Uzbekistan pada Februari dan Thailand pada April tahun depan.
"Sementara ini Ricko bersaing dengan Eko," kata Dirja. Siapa yang total angkatannya lebih tinggi di antara kedua lifter itu maka dia yang bakal dikirim ke Paris.
"Eko total angkatannya sudah 300kg, sedangkan Ricko berada pada peringkat enam dunia pada starting listnya.
"Penentuan terakhir pada April nanti di Phuket, Thailand," kata Dirja.
Sang pelatih juga mengungkapkan posisi Eko untuk sementara ini di peringkat tiga di bawah lifter China Li Fabin dan lifter Italia Sergio Massidda.
Baca juga: Lifter Ricko dan Eko Yuli mulai bertarung di Asian Games 2022
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PSSI belum terima surat pembatalan keiikutsertaan timnas Indonesia pada Asian Games 2026
12 February 2026 5:59 WIB
Meski belum pulih dari cedera, atlet para atletik Nur Ferry sabet emas kedua APG 2025
22 January 2026 20:23 WIB
Timnas futsal putra Indonesia rebut medali emas setelah hancurkan Thailand 6-1
19 December 2025 22:30 WIB
Aldila dan Janice jaga peluang raih emas tenis ganda putri SEA Games 2025
17 December 2025 19:13 WIB
Pemain bola voli Megawati rahasiakan karier selanjutnya seusai SEA Games 2025
16 December 2025 5:52 WIB
Terpopuler - Cabang Olahraga
Lihat Juga
Libas Fulham 3-0, Manchester City pangkas jarak dengan Arsenal di puncak klasemen
12 February 2026 7:05 WIB
PSSI belum terima surat pembatalan keiikutsertaan timnas Indonesia pada Asian Games 2026
12 February 2026 5:59 WIB
Gol penghujung laga selamatkan Manchester United dari kekalahan lawan West Ham
11 February 2026 7:37 WIB