Kemenag Sulbar bangun kemandirian ekonomi di 21 pondok pesantren
Jumat, 20 Oktober 2023 22:48 WIB
Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Kemenag Sulbar, Syamsul, di Mamuju, Jumat (20/10/2023). ANTARA/M Faisal Hanapi.
Mamuju (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) membangun kemandirian ekonomi sebanyak 21 pondok pesantren yang tersebar pada enam kabupaten.
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Kemenag Sulbar Syamsul di Mamuju Jumat mengatakan, Kemenag Sulbar mengembangkan kemandirian pesantren dalam membangun usaha ekonomi.
Ia menjelaskan, sebanyak 21 pesantren yang telah dibantu pembangunan kemandirian ekonominya itu sesuai dengan program Kemenag pusat yang membangun kemandirian ekonomi bagi 6.000 pesantren di Indonesia.
Menurut dia, pondok pesantren sebagai sarana pendidikan telah memerangi kebodohan dan perannya tidak diragukan lagi, dan saat ini peran pesantren memajukan pendidikan akan ditingkatkan lagi dalam rangka transformasi digital.
"Pondok pesantren telah melaksanakan berbagai program dan hampir semua program yang dilaksanakan pesantren itu bernuansa digital," katanya.
Syamsul juga menyampaikan, puncak peringatan Hari Santri di Sulbar pada 22 Oktober 2023 akan dipusatkan di Kampus STAIN Majene.
Kegiatan akan didesain sedemikian dan menggambarkan bahwa pesantren juga tidak ketinggalan dari sisi transformasi digital.
Pada peringatan Hari Santri tersebut dilaksanakan Khotmil Qur’an dan Istighatsah serta apel peringatan Hari Santri.
Selain itu dilaksanakan juga dialog kebangsaan oleh santri senior, kemudian pembukaan expo kemandirian pesantren, dan lomba Marawis antar pesantren di Sulbar.
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Kemenag Sulbar Syamsul di Mamuju Jumat mengatakan, Kemenag Sulbar mengembangkan kemandirian pesantren dalam membangun usaha ekonomi.
Ia menjelaskan, sebanyak 21 pesantren yang telah dibantu pembangunan kemandirian ekonominya itu sesuai dengan program Kemenag pusat yang membangun kemandirian ekonomi bagi 6.000 pesantren di Indonesia.
Menurut dia, pondok pesantren sebagai sarana pendidikan telah memerangi kebodohan dan perannya tidak diragukan lagi, dan saat ini peran pesantren memajukan pendidikan akan ditingkatkan lagi dalam rangka transformasi digital.
"Pondok pesantren telah melaksanakan berbagai program dan hampir semua program yang dilaksanakan pesantren itu bernuansa digital," katanya.
Syamsul juga menyampaikan, puncak peringatan Hari Santri di Sulbar pada 22 Oktober 2023 akan dipusatkan di Kampus STAIN Majene.
Kegiatan akan didesain sedemikian dan menggambarkan bahwa pesantren juga tidak ketinggalan dari sisi transformasi digital.
Pada peringatan Hari Santri tersebut dilaksanakan Khotmil Qur’an dan Istighatsah serta apel peringatan Hari Santri.
Selain itu dilaksanakan juga dialog kebangsaan oleh santri senior, kemudian pembukaan expo kemandirian pesantren, dan lomba Marawis antar pesantren di Sulbar.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nurdin Halid bangun sekolah modern Islami bertaraf internasional di Samata Gowa
10 January 2026 21:26 WIB
Para ulama senior dijadwalkan bertemu di Pesantren Lirboyo bahas kisruh PBNU
24 November 2025 5:05 WIB
Berdasarkan peniliaian UNICEF, tujuh pesantren di Sulsel raih penghargaan ramah anak
23 November 2025 5:44 WIB
Wali Kota Makassar komitmen melindungi pesantren dan santri di Sitarupa 2025
28 October 2025 19:24 WIB