Penjual Koran Pimpin BEM Universitas Sawerigading
Rabu, 4 Desember 2013 15:43 WIB
Sapri (Foto : Yahya) (1)
Makassar, (Antara Sulsel) - Ketua BEM Universitas Sawerigading periode 2013/2014, Sapri Sangkala, lahir di Makassar 1 April 1988. Dia berasal dari keluarga sederhana dengan sepenggal kisah kehidupan yang mengharukan. Menjadi anak yatim di usia 3 tahun, harus tertatih-tatih sebelum meraih status mahasiswa.
Hidup dari tetesan keringat ibu yang hanya berjualan serabutan, tak membuatnya putus harapan menempuh jenjang pendidikan formal. Tekanan ekonomi dan deraan kemiskinan menjadikan dia harus putus sekolah di tengah jalan.
Ketika duduk di kelas 2 SLTP Paket B, harus putus di tengah jalan lantaran tidak ada lagi biaya buat melanjutkan pendidikan. Di usianya 13 tahun, dia harus membantu ibunya menafkahi kedua adiknya, yang masih sekolah dengan berjualan koran sembari menabung untuk ikut ujian paket.
Dorongan jiwa menjadi seorang mahasiswa muncul ketika sedang berjualan koran di kampus UNHAS Tamalanrea 2004-2008, bertemu temannya yang sudah berstatus mahasiswa, terbesit di dalam hatinya untuk bisa seperti temannya itu.
Akhirnya dia kembali melanjutkan pendidikan walaupun hanya melalui program Kejar Paket C, setara SMU. Setelah lulus paket itu, melanjutkan cita-cita menjadi seorang mahasiswa. Karena masalah ekonomi terbatas, dia memilih kuliah sambil kerja dan memilih kuliah di Universitas Sawerigading FISIP, Prodi Administrasi Negara 2011/2012.
Kuliah sambil kerja tak menghalangi aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM). Setelah semester 5, pria asli Makassar ini diusung oleh teman-temannya maju bertarung sebagai calon ketua BEM, 8-10 Nopember 2013. Dan pada akhirnya, dia terpilih menjadi ketua BEM 2013/2014.
Rutinitasnya kini, bekerja selaku cleaning service di RS Ibnu Sina Makassar sejak 2008 sampai sekarang. Membagi waktu bekerja dan kuliah tetap dilakoni sampai hari ini. Jika ada kegiatan kampus mendesak, sering harus minta izin kepada pimpinannya dan diberi keleluasaan untuk lanjut studi, katanya.
Program kerja ingin dilaksanakan tidaklah terlalu banyak, baginya biarpun cuma satu kegiatan selama kepengurusan,asalkan kegiatan tersebut mampu meninggalkan kesan baik di mata civitas akademika maupun di mata masyarakat tentunya. Kegiatan ingin laksanakan ialah seminar pendidikan nasional dan tidak menutup kemungkinan itulah, jadi kegiatan satu-satunya. Kegiatan tersebut menjadi prioritas utama dan berharap dapat terwujud.
Hidup dari tetesan keringat ibu yang hanya berjualan serabutan, tak membuatnya putus harapan menempuh jenjang pendidikan formal. Tekanan ekonomi dan deraan kemiskinan menjadikan dia harus putus sekolah di tengah jalan.
Ketika duduk di kelas 2 SLTP Paket B, harus putus di tengah jalan lantaran tidak ada lagi biaya buat melanjutkan pendidikan. Di usianya 13 tahun, dia harus membantu ibunya menafkahi kedua adiknya, yang masih sekolah dengan berjualan koran sembari menabung untuk ikut ujian paket.
Dorongan jiwa menjadi seorang mahasiswa muncul ketika sedang berjualan koran di kampus UNHAS Tamalanrea 2004-2008, bertemu temannya yang sudah berstatus mahasiswa, terbesit di dalam hatinya untuk bisa seperti temannya itu.
Akhirnya dia kembali melanjutkan pendidikan walaupun hanya melalui program Kejar Paket C, setara SMU. Setelah lulus paket itu, melanjutkan cita-cita menjadi seorang mahasiswa. Karena masalah ekonomi terbatas, dia memilih kuliah sambil kerja dan memilih kuliah di Universitas Sawerigading FISIP, Prodi Administrasi Negara 2011/2012.
Kuliah sambil kerja tak menghalangi aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM). Setelah semester 5, pria asli Makassar ini diusung oleh teman-temannya maju bertarung sebagai calon ketua BEM, 8-10 Nopember 2013. Dan pada akhirnya, dia terpilih menjadi ketua BEM 2013/2014.
Rutinitasnya kini, bekerja selaku cleaning service di RS Ibnu Sina Makassar sejak 2008 sampai sekarang. Membagi waktu bekerja dan kuliah tetap dilakoni sampai hari ini. Jika ada kegiatan kampus mendesak, sering harus minta izin kepada pimpinannya dan diberi keleluasaan untuk lanjut studi, katanya.
Program kerja ingin dilaksanakan tidaklah terlalu banyak, baginya biarpun cuma satu kegiatan selama kepengurusan,asalkan kegiatan tersebut mampu meninggalkan kesan baik di mata civitas akademika maupun di mata masyarakat tentunya. Kegiatan ingin laksanakan ialah seminar pendidikan nasional dan tidak menutup kemungkinan itulah, jadi kegiatan satu-satunya. Kegiatan tersebut menjadi prioritas utama dan berharap dapat terwujud.
Pewarta : Yahya Mustafa *
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel lepas 58 personel Satgas Sawerigading amankan PSU Pilkada Palopo
21 May 2025 15:12 WIB
Kejati Sulsel bekuk terpidana koruptor alkes Palopo setelah 13 tahun buron
09 December 2022 17:44 WIB, 2022
Terpopuler - Profil
Lihat Juga
Profil Dudung Abdurachman sebagai Ketua KKIP dan penasihat pertahanan RI
23 October 2024 15:10 WIB, 2024
Azka, bocah 4 tahun, selamat setelah tertimbun tiga hari di Cianjur
23 November 2022 15:21 WIB, 2022
Profil atlet Paralimpiade: Elvin Sesa, andalan Ibu Pertiwi asal Masohi
23 August 2021 6:45 WIB, 2021
Di tengah kepasrahan keluarga korban Sriwijaya Air tersembul asa keajaiban
10 January 2021 16:55 WIB, 2021