Dinkes Mimika Dukung LPMAK Operasikan Klinik Terapung
Selasa, 25 Maret 2014 16:11 WIB
Timika (ANTARA Sulsel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan memberikan dukungan penuh kepada Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) dalam memanfaatkan fasilitas kapal klinik terapung untuk melayani kesehatan masyarakat wilayah pesisir.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Ibrahim Iba kepada Antara di Timika, Selasa mengatakan kehadiran kapal klinik terapung LPMAK akan sangat membantu pemerintah daerah Mimika dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan Mimika, katanya, akan menyiapkan sumber daya dokter, perawat, analis dan tenaga-tenaga terlatih lainnya untuk ikut bersama-sama tim Biro Kesehatan LPMAK dalam kapal klinik terapung guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah pesisir.
"Kami sangat mendukung adanya fasilitas klinik terapung LPMAK. Melalui sarana dan prasarana yang ada diharapkan kualitas kesehatan masyarakat Mimika terutama di wilayah pesisir semakin jauh lebih baik," tutur Ibrahim.
Kapal klinik terapung LPMAK direncanakan akan tiba di Timika pada April atau Mei mendatang.
Saat ini LPMAK sedang menyiapkan fasilitas pelabuhan dan dermaga khusus untuk tempat berlabuhnya kapal klinik terapung tersebut di Jembatan Paumako II, Distrik Mimika Timur.
Sekretaris Eksekutif LPMAK Emanuel Kemong beberapa waktu lalu mengatakan jajarannya akan mengundang Gubernur Papua Lukas Enembe untuk meresmikan kapal klinik terapung yang dirakit di galangan kapal milik PT Indo Raya Surabaya itu.
Kapal klinik terapung milik LPMAK tersebut akan menjadi sebuah model bagi kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir Papua.
"Saya kira kapal ini merupakan yang terbesar dengan standar yang sangat memadai untuk sebuah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah pesisir," tutur Emanuel.
Kapal klinik terapung milik LPMAK itu nantinya akan berlayar di wilayah pesisir Mimika mulai dari Potowayburu Distrik Mimika Barat Jauh hingga Distrik Mimika Timur Jauh, Jita hingga Agimuga untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terpencil yang selama ini jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Kapal klinik terapung milik LPMAK dengan panjang 17 meter dan lebar lima meter itu dirancang bisa melalui alur sungai yang cukup dangkal.
Kapal berbahan alumunium yang seluruh materialnya didatangkan dari Australia dirakit oleh PT Indo Raya Surabaya.
Untuk pengadaan kapal klinik terapung tersebut, LPMAK menggelontorkan dana sekitar lebih dari Rp10 miliar. Biaya pembuatan kapal sedikit lebih mahal karena kapal klinik terapung tersebut tidak menggunakan baling-baling tetapi menggunakan jet air disesuaikan dengan kondisi perairan di wilayah pesisir Mimika yang sangat bergantung pada pasang surut.
Kapal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan sebagai fasilitas transportasi rujukan pasien dari Puskesmas di beberapa distrik (kecamatan). I.K. Sutika
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Ibrahim Iba kepada Antara di Timika, Selasa mengatakan kehadiran kapal klinik terapung LPMAK akan sangat membantu pemerintah daerah Mimika dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan Mimika, katanya, akan menyiapkan sumber daya dokter, perawat, analis dan tenaga-tenaga terlatih lainnya untuk ikut bersama-sama tim Biro Kesehatan LPMAK dalam kapal klinik terapung guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah pesisir.
"Kami sangat mendukung adanya fasilitas klinik terapung LPMAK. Melalui sarana dan prasarana yang ada diharapkan kualitas kesehatan masyarakat Mimika terutama di wilayah pesisir semakin jauh lebih baik," tutur Ibrahim.
Kapal klinik terapung LPMAK direncanakan akan tiba di Timika pada April atau Mei mendatang.
Saat ini LPMAK sedang menyiapkan fasilitas pelabuhan dan dermaga khusus untuk tempat berlabuhnya kapal klinik terapung tersebut di Jembatan Paumako II, Distrik Mimika Timur.
Sekretaris Eksekutif LPMAK Emanuel Kemong beberapa waktu lalu mengatakan jajarannya akan mengundang Gubernur Papua Lukas Enembe untuk meresmikan kapal klinik terapung yang dirakit di galangan kapal milik PT Indo Raya Surabaya itu.
Kapal klinik terapung milik LPMAK tersebut akan menjadi sebuah model bagi kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir Papua.
"Saya kira kapal ini merupakan yang terbesar dengan standar yang sangat memadai untuk sebuah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah pesisir," tutur Emanuel.
Kapal klinik terapung milik LPMAK itu nantinya akan berlayar di wilayah pesisir Mimika mulai dari Potowayburu Distrik Mimika Barat Jauh hingga Distrik Mimika Timur Jauh, Jita hingga Agimuga untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terpencil yang selama ini jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Kapal klinik terapung milik LPMAK dengan panjang 17 meter dan lebar lima meter itu dirancang bisa melalui alur sungai yang cukup dangkal.
Kapal berbahan alumunium yang seluruh materialnya didatangkan dari Australia dirakit oleh PT Indo Raya Surabaya.
Untuk pengadaan kapal klinik terapung tersebut, LPMAK menggelontorkan dana sekitar lebih dari Rp10 miliar. Biaya pembuatan kapal sedikit lebih mahal karena kapal klinik terapung tersebut tidak menggunakan baling-baling tetapi menggunakan jet air disesuaikan dengan kondisi perairan di wilayah pesisir Mimika yang sangat bergantung pada pasang surut.
Kapal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan sebagai fasilitas transportasi rujukan pasien dari Puskesmas di beberapa distrik (kecamatan). I.K. Sutika
Pewarta : Oleh Evarianus Supar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim penyelamat temukan dua jenazah pekerja Freeport, lima orang belum ditemukan
20 September 2025 13:27 WIB
Komnas HAM mengecam pembunuhan pilot helikopter asal Selandia Baru di Mimika
07 August 2024 12:46 WIB, 2024
Empat terdakwa kasus korupsi Gereja Kingmi di Mimika divonis 1-4 tahun penjara
31 May 2024 15:27 WIB, 2024
Karantina Timika : 5.500 ekor unggas asal Makassar bebas virus avian influenza
26 September 2023 13:07 WIB, 2023
Karantina Pertanian Timika periksa 22 Kg jeruk dan anggur tujuan Makassar
15 September 2023 15:17 WIB, 2023
Mendagri mengaktifkan kembali jabatan Bupati Mimika Eltinus Omaleng
04 September 2023 15:38 WIB, 2023
KPK menetapkan lima tersangka baru kasus dugaan korupsi Gereja Kingmi Mimika
22 August 2023 14:10 WIB, 2023
Wapres Ma'rufAmin kunjungi Institut Pertambangan Nemangkawi Papua Tengah
12 July 2023 11:47 WIB, 2023
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB