PPIH mengingatkan jamaah perhatikan larangan saat berihram ketika Miqat
Selasa, 28 Mei 2024 15:02 WIB
Jamaah calon haji Indonesia saat Miqat di Bir Ali sebelum berangkat ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. (ANTARA/MCH 2024)
Madinah (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan kepada jamaah calon haji Indonesia untuk memperhatikan soal larangan saat berihram ketika akan mengambil Miqat di Bir Ali.
Pembimbing Ibadah PPIH Arab Saudi Habibur Rohman mengatakan saat jamaah akan mengambil Miqat di Bir Ali, masih ditemukan calon haji yang menggunakan sepatu, kaos kaki, peci, bahkan ada yang masih menggunakan kaos.
"Masih ada jamaah kita yang saat turun dari bus, pakai kaos kaki, sepatu, peci. Bahkan ada yang pakai baju dan sebagainya. Itu nanti kita imbau untuk segera berganti kain ihram," ujar Habibur di Madinah, Selasa.
Pemberangkatan jamaah calon haji Indonesia dari Madinah ke Makkah telah memasuki hari ke-9. Tercatat 169 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari tempat berniat umrah (miqat makani) di Bir Ali ke Makkah hingga Selasa.
Petugas pembimbing ibadah sebenarnya sering mengingatkan agar jamaah sudah memakai ihram dan mengenakan sandal sejak di hotel serta tak menggunakan hal-hal yang dijahit. Namun masih ditemukan mereka yang tidak memperhatikan larangan saat berihram.
Kendati demikian, apabila jamaah tidak membawa sendal, petugas telah menyiapkan sandal untuk mereka. Habibur Rohman mengatakan dalam sehari petugas menyiapkan 15 pasang sandal untuk para peserta calon haji. .
"Kita minta untuk melepas di atas bus, sepatu, kaos kaki, dan lain-lain termasuk yang masih pakai kaos karena setelah shalat sunnah mereka akan membaca niat umrah," kata dia.
Hal yang sama juga terjadi pada jamaah perempuan. Masih ditemukan jamaah yang menutupi wajah. Padahal saat berihram, perempuan tidak boleh menutup wajahnya.
"Ada jamaah yang pakai cadar tidak mau dibuka dan itu karena keyakinan mereka. Tapi sebagai petugas, tugas kami mengingatkan," kata Habibur.
Ia berharap jamaah yang akan menjalankan ibadah umrah wajib diharapkan memperhatikan hal-hal detail terkait larangan saat berihram.
"Harapan kami pembimbing ibadah di sektor dan kloter bisa mengingatkan lagi jamaah sebelum tiba di Bir Ali," kata Habibur Rohman.
Habibur juga mengingatkan agar jamaah membawa sandal atau alas kaki masuk ke dalam masjid, sebagaimana saat mereka ada di Masjid Nabawi.
Pasalnya, waktu singgah di masjid ini tidak lama. Selain itu, banyak peserta calon haji dari berbagai negara yang juga datang untuk Miqat.
"Sebaiknya sendal di bawa ke dalam masjid Bir Ali, seperti di Nabawi. Di sini bukan hilang tapi lupa simpan," katanya.
Pembimbing Ibadah PPIH Arab Saudi Habibur Rohman mengatakan saat jamaah akan mengambil Miqat di Bir Ali, masih ditemukan calon haji yang menggunakan sepatu, kaos kaki, peci, bahkan ada yang masih menggunakan kaos.
"Masih ada jamaah kita yang saat turun dari bus, pakai kaos kaki, sepatu, peci. Bahkan ada yang pakai baju dan sebagainya. Itu nanti kita imbau untuk segera berganti kain ihram," ujar Habibur di Madinah, Selasa.
Pemberangkatan jamaah calon haji Indonesia dari Madinah ke Makkah telah memasuki hari ke-9. Tercatat 169 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari tempat berniat umrah (miqat makani) di Bir Ali ke Makkah hingga Selasa.
Petugas pembimbing ibadah sebenarnya sering mengingatkan agar jamaah sudah memakai ihram dan mengenakan sandal sejak di hotel serta tak menggunakan hal-hal yang dijahit. Namun masih ditemukan mereka yang tidak memperhatikan larangan saat berihram.
Kendati demikian, apabila jamaah tidak membawa sendal, petugas telah menyiapkan sandal untuk mereka. Habibur Rohman mengatakan dalam sehari petugas menyiapkan 15 pasang sandal untuk para peserta calon haji. .
"Kita minta untuk melepas di atas bus, sepatu, kaos kaki, dan lain-lain termasuk yang masih pakai kaos karena setelah shalat sunnah mereka akan membaca niat umrah," kata dia.
Hal yang sama juga terjadi pada jamaah perempuan. Masih ditemukan jamaah yang menutupi wajah. Padahal saat berihram, perempuan tidak boleh menutup wajahnya.
"Ada jamaah yang pakai cadar tidak mau dibuka dan itu karena keyakinan mereka. Tapi sebagai petugas, tugas kami mengingatkan," kata Habibur.
Ia berharap jamaah yang akan menjalankan ibadah umrah wajib diharapkan memperhatikan hal-hal detail terkait larangan saat berihram.
"Harapan kami pembimbing ibadah di sektor dan kloter bisa mengingatkan lagi jamaah sebelum tiba di Bir Ali," kata Habibur Rohman.
Habibur juga mengingatkan agar jamaah membawa sandal atau alas kaki masuk ke dalam masjid, sebagaimana saat mereka ada di Masjid Nabawi.
Pasalnya, waktu singgah di masjid ini tidak lama. Selain itu, banyak peserta calon haji dari berbagai negara yang juga datang untuk Miqat.
"Sebaiknya sendal di bawa ke dalam masjid Bir Ali, seperti di Nabawi. Di sini bukan hilang tapi lupa simpan," katanya.
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag evaluasi Garuda Indonesia terkait keterlambatan hingga 47,5 persen
20 May 2024 17:49 WIB, 2024
Delapan kloter akan mengawali pemberangkatan dari Madinah ke Makkah 20 Mei 2024
19 May 2024 15:04 WIB, 2024
Tuan rumah Qatar larang penjualan bir di dalam dan sekitar stadion Piala Dunia 2022
18 November 2022 21:22 WIB, 2022
Liga Jerman - Wasit hentikan laga Bochum vs Gladbach setelah hakim garis dilempar gelas bir
19 March 2022 8:05 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump tambah kapal induk ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran gagal
11 February 2026 10:51 WIB
Partai LDP pimpinan PM Sanae Takaichi menang pemilu Jepang, kebijakan China tidak berubah
10 February 2026 10:29 WIB