Makassar (ANTARA News) - Organisasi Perdagangan Jepang yakni Japan External Trade Organization (JETRO) mulai melakukan serangkaian ujian dan wawancara pada calon pembimbing usaha kecil dan menengah (UKM) di Sulsel.

Sesuai rencana, para peserta calon pembimbing UKM yang akan mengikuti bimbingan teknis mengenai pengelolaan dan pengembangan usaha kecil menengah di Sulsel mulai menjalani ujian dan wawancara, di kantor Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulsel, Kamis pagi hingga siang.

Ujian calon peserta tersebut adalah menyerahkan tulisan esai mengenai pengertian UKM dan dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama Koordinator Program Kerjasama Kadin dan JETRO, Yuri Sato dan seorang tenaga ahli dari organisasi perdagangan Jepang tersebut, Mr Hayashi.

Dari 25 peserta yang mendaftar, Selasa, 7 Juli 2009, hanya 16 calon peserta yang mengikuti rangkaian ujian tersebut. Sebelumnya, para calon peserta ini juga telah diingatkan mengenai sejumlah persyaratan.

Diantaranya syarat batas usia, yaitu maksimal 40 tahun dan yang paling penting adalah kesungguhan mengikuti program bimbingan teknis tersebut. Dari 25 pendaftar, ada yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, ada pula yang memang tidak hadir dengan sengaja.

Sebelumnya diberitakan, sebuah organisasi perdagangan Jepang yakni JETRO membuka program bimbingan teknis bagi pembimbing usaha kecil dan menengah (UKM) di Makassar.

Organisasi ini bekerjasama dengan Kadin Sulsel, mengundang sejumlah pengusaha dan calon pengusaha di sulsel yang berminat mengikuti pelatihan intensif untuk menjadi pembimbing terhadap pengembangan UKM.

JETRO hanya menggelar program bimbingan ini di dua propinsi di Indonesia yaitu Sulsel dan Sumut. Salah satu alasan propinsi ini dipilih karena organisasi tersebut menilai Sulsel memenuhi kesiapan jumlah peserta.

Jepang sebenarnya berharap pelatihan pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini akan diikuti oleh 23 kabupaten dan kota di Sulsel, agar peningkatan pengelolaan dan pengembangan UKM lebih merata.

Rencananya, usai pelatihan ini, JETRO berharap akan menghasilkan sepuluh pembimbing yang nantinya akan mengembangkan usaha kecil dan menengah di daerahnya.

Kemungkinan sepuluh orang ini akan digunakan terus sebagai duta-duta pengelolaan dan pengembangan UKM di Sulsel maupun di Indonesia nantinya. Peserta yang berhasil merampungkan pendidikannya dan terpilih menjadi seorang pembimbing akan mendapatkan sertifikat standar ISO. Sertifikat ini dapat digunakan untuk bekerja di luar negeri.

(T.PSO-100/E001)