Distorsi Netanyahu menarik perhatian media Amerika Serikat
Jumat, 26 Juli 2024 9:01 WIB
Arsip - Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah sidang bersama Kongres Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/aa.
Ankara (ANTARA) - Media AS melaporkan bahwa pemimpin Israel Benjamin Netanyahu memutarbalikkan tindakan tentaranya di Jalur Gaza, yang oleh banyak orang dikatakan sebagai genosida, dan berusaha menutupi fakta dalam pidatonya di hadapan Kongres AS, Kamis (25/7).
Mungkin "distorsi" terbesar yang dilakukan Netanyahu selama pidatonya yang berlangsung hampir satu jam pada Selasa (23/7) adalah ketika dia mengklaim bahwa tidak ada warga sipil yang tewas di selatan kota Rafah, yang diserbu militer Israel pada awal Mei.
Padahal banyak laporan tentang serangan udara dan pemboman yang mengakibatkan banyak korban di kota Gaza.
Banyak anggota parlemen Demokrat yang melewatkan pidato tersebut, dan pengunjuk rasa pro-Palestina berdemonstrasi di luar gedung Capitol tempat dia berpidato dan di hotelnya.
"Netanyahu, yang popularitasnya telah anjlok dari tingkat sebelum perang, bertujuan untuk menggambarkan dirinya sebagai negarawan yang dihormati oleh sekutu terpenting Israel dan disambut di Washington," tulis The Associated Press.
"Tugas itu diperumit oleh pandangan orang Amerika yang semakin terbagi tentang Israel dan perang, yang telah muncul sebagai isu utama dalam pemilihan presiden AS," tambahnya.
Netanyahu mendistorsi peran Israel di Gaza
The Washington Post menunjukkan bahwa keangkuhan Netanyahu tentang mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Palestina bertentangan dengan pernyataan PBB dan organisasi bantuan internasional.
Benny Gantz, pemimpin Partai Persatuan Nasional oposisi Israel, menuduh Netanyahu sengaja menunda perjanjian gencatan senjata selama berbulan-bulan.
Namun, surat kabar itu menekankan bahwa Netanyahu berusaha untuk menyajikan "gambaran" yang sangat berbeda dalam pidatonya, dengan mengklaim bahwa jika kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyerah dan membebaskan semua sandera, perang akan berakhir.
Politico menulis bahwa Netanyahu menolak tuduhan tentang serangan Israel di Gaza.
Mereka memperkirakan bahwa pidato itu tidak akan menyebabkan perubahan signifikan dalam dukungan untuk Israel di antara Partai Republik dan Demokrat.
CNN mengatakan Netanyahu "secara keliru meremehkan dan mengalihkan perhatian pada peran Israel dalam menyebabkan pertikaian sipil yang sedang berlangsung di Gaza."
CNN mencatat bahwa sebagian besar pidatonya, pemimpin Israel itu berfokus pada "perang yang sedang berlangsung dan membidik pada musuh-musuhnya - Iran, Mahkamah Pidana Internasional, dan para pengunjuk rasa."
Netanyahu menghadapi penolakan
Tokoh-tokoh terkemuka di Kongres Amerika, termasuk Senator Bernie Sanders dan mantan ketua DPR AS Nancy Pelosi, mengkritik "penjahat perang" tersebut.
"Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah Amerika seorang penjahat perang diberi kehormatan. Dia seharusnya tidak diterima di Kongres Amerika Serikat," kata Sanders pada Selasa.
Pelosi menanggapi di platform X dan berkata: "Presentasi Benjamin Netanyahu di Ruang DPR hari ini sejauh ini merupakan presentasi terburuk dari semua pejabat asing yang diundang dan diberi kehormatan untuk berpidato di hadapan Kongres Amerika Serikat."
Rashida Tlaib, satu-satunya anggota Kongres Palestina-Amerika, mengatakan tentang tepuk tangan meriah Netanyahu di aula kongres: "Saya ada di sana dan itu menjijikkan."
Dia memegang plakat kecil dua sisi yang bertuliskan: "Penjahat perang" di satu sisi dan "Bersalah atas Genosida" di sisi lainnya selama pidato Netanyahu.
Ribuan pendukung pro-Palestina mengorganisir demonstrasi di jalan-jalan Washington, di sekitar dan di dalam hotel tempat Netanyahu menginap.
Sumber: Anadolu
Mungkin "distorsi" terbesar yang dilakukan Netanyahu selama pidatonya yang berlangsung hampir satu jam pada Selasa (23/7) adalah ketika dia mengklaim bahwa tidak ada warga sipil yang tewas di selatan kota Rafah, yang diserbu militer Israel pada awal Mei.
Padahal banyak laporan tentang serangan udara dan pemboman yang mengakibatkan banyak korban di kota Gaza.
Banyak anggota parlemen Demokrat yang melewatkan pidato tersebut, dan pengunjuk rasa pro-Palestina berdemonstrasi di luar gedung Capitol tempat dia berpidato dan di hotelnya.
"Netanyahu, yang popularitasnya telah anjlok dari tingkat sebelum perang, bertujuan untuk menggambarkan dirinya sebagai negarawan yang dihormati oleh sekutu terpenting Israel dan disambut di Washington," tulis The Associated Press.
"Tugas itu diperumit oleh pandangan orang Amerika yang semakin terbagi tentang Israel dan perang, yang telah muncul sebagai isu utama dalam pemilihan presiden AS," tambahnya.
Netanyahu mendistorsi peran Israel di Gaza
The Washington Post menunjukkan bahwa keangkuhan Netanyahu tentang mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Palestina bertentangan dengan pernyataan PBB dan organisasi bantuan internasional.
Benny Gantz, pemimpin Partai Persatuan Nasional oposisi Israel, menuduh Netanyahu sengaja menunda perjanjian gencatan senjata selama berbulan-bulan.
Namun, surat kabar itu menekankan bahwa Netanyahu berusaha untuk menyajikan "gambaran" yang sangat berbeda dalam pidatonya, dengan mengklaim bahwa jika kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyerah dan membebaskan semua sandera, perang akan berakhir.
Politico menulis bahwa Netanyahu menolak tuduhan tentang serangan Israel di Gaza.
Mereka memperkirakan bahwa pidato itu tidak akan menyebabkan perubahan signifikan dalam dukungan untuk Israel di antara Partai Republik dan Demokrat.
CNN mengatakan Netanyahu "secara keliru meremehkan dan mengalihkan perhatian pada peran Israel dalam menyebabkan pertikaian sipil yang sedang berlangsung di Gaza."
CNN mencatat bahwa sebagian besar pidatonya, pemimpin Israel itu berfokus pada "perang yang sedang berlangsung dan membidik pada musuh-musuhnya - Iran, Mahkamah Pidana Internasional, dan para pengunjuk rasa."
Netanyahu menghadapi penolakan
Tokoh-tokoh terkemuka di Kongres Amerika, termasuk Senator Bernie Sanders dan mantan ketua DPR AS Nancy Pelosi, mengkritik "penjahat perang" tersebut.
"Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah Amerika seorang penjahat perang diberi kehormatan. Dia seharusnya tidak diterima di Kongres Amerika Serikat," kata Sanders pada Selasa.
Pelosi menanggapi di platform X dan berkata: "Presentasi Benjamin Netanyahu di Ruang DPR hari ini sejauh ini merupakan presentasi terburuk dari semua pejabat asing yang diundang dan diberi kehormatan untuk berpidato di hadapan Kongres Amerika Serikat."
Rashida Tlaib, satu-satunya anggota Kongres Palestina-Amerika, mengatakan tentang tepuk tangan meriah Netanyahu di aula kongres: "Saya ada di sana dan itu menjijikkan."
Dia memegang plakat kecil dua sisi yang bertuliskan: "Penjahat perang" di satu sisi dan "Bersalah atas Genosida" di sisi lainnya selama pidato Netanyahu.
Ribuan pendukung pro-Palestina mengorganisir demonstrasi di jalan-jalan Washington, di sekitar dan di dalam hotel tempat Netanyahu menginap.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Surat penangkapan Netanyahu dan Gallant memicu beragam reaksi negara Eropa
22 November 2024 13:42 WIB, 2024
Palestina menyambut baik surat ICC untuk menangkap Netanyahu dan Gallant
22 November 2024 10:19 WIB, 2024
Presiden Joe Biden marah karena ICC keluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu
22 November 2024 10:00 WIB, 2024
Presiden Prancis ingatkan Netanyahu: Perang Gaza-Lebanon tak untungkan Israel
07 October 2024 11:14 WIB, 2024
Kamala Harris: Aliansi sesama rakyat AS-Israel lebih penting dari Netanyahu
07 October 2024 11:12 WIB, 2024
Delegasi Indonesia 'walkout' saat Netanyahu naik mimbar Sidang Umum PBB
28 September 2024 1:19 WIB, 2024
400 demonstran protes kedatangan Netanyahu, 400 Yahudi AS tolak tinggalkan Kongres
24 July 2024 14:38 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump tambah kapal induk ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran gagal
11 February 2026 10:51 WIB
Partai LDP pimpinan PM Sanae Takaichi menang pemilu Jepang, kebijakan China tidak berubah
10 February 2026 10:29 WIB