Gubernur Sulut : Petani harus Kaya
Selasa, 3 Juni 2014 15:16 WIB
Manado (ANTARA Sulsel) - Gubernur Sulawasi Utara (Sulut) DR Sinyo Harry Sarundajang mengatakan petani harus kaya dan ada banyak cara untuk mencetak uang dari pertanian.
"Untuk itu semua harus berjuang ulet, bekerja sama dengan semua pihak untuk mendapatkan hasil terbaik," ujar Sarundajang seperti dikutip Kabag Humas Pemprov Sulut Jemmy Kumendong di Manado, Selasa.
Menurut Kumendong Gubernur mengatakan hal itu ketika (2/6) melepas kontingen Sulut untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XIV akan di gelar di Malang, Jawa Timur.
Penas ini penting di ikuti para petani Sulut dalam rangka pencapaian swasembada beras dan swasembada daging, kata Gubernur Sarundang.
Melalui momen tersebut dapat digunakan para petani sebagai media komunikasi efektif untuk saling bertukar informasi, adopsi teknologi dan pengalaman di lapangan dalam mengelola pertanian.
Sulut merupakan daerah agraris penghasil bahan pertanian terbaik, melalui kegiatan ini bisa menambah wawasan bagi sesama petani dalam mengelola pertanian guna mendapatkan hasil lebih baik lagi, ujar Sarundajang.
Sekembali dari Penas para petani kiranya bisa mendapatkan ilmu baru untuk mengembangkan pertanian, karena petani Sulut harus kaya dan kreatif dalam mengelola pertanian.
Gubernur juga mengingatkan kepada instasnti terkait yakni Sekretariat Badan Koordinasi penyuluh Sulut untuk terus memberikan pelatihan terbaik bagi para petani guna menunjang penghasilan serta kemajuan produk pertanian Sulut.
Tema Penas 2014 "Memantapkan kepemimpinan dan kemandirian kontak tani nelayan dalam rangka pengembangan kemitraan dan jejaring usaha tani guna mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan, ungkap Kumendong. Z. Meirina
"Untuk itu semua harus berjuang ulet, bekerja sama dengan semua pihak untuk mendapatkan hasil terbaik," ujar Sarundajang seperti dikutip Kabag Humas Pemprov Sulut Jemmy Kumendong di Manado, Selasa.
Menurut Kumendong Gubernur mengatakan hal itu ketika (2/6) melepas kontingen Sulut untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XIV akan di gelar di Malang, Jawa Timur.
Penas ini penting di ikuti para petani Sulut dalam rangka pencapaian swasembada beras dan swasembada daging, kata Gubernur Sarundang.
Melalui momen tersebut dapat digunakan para petani sebagai media komunikasi efektif untuk saling bertukar informasi, adopsi teknologi dan pengalaman di lapangan dalam mengelola pertanian.
Sulut merupakan daerah agraris penghasil bahan pertanian terbaik, melalui kegiatan ini bisa menambah wawasan bagi sesama petani dalam mengelola pertanian guna mendapatkan hasil lebih baik lagi, ujar Sarundajang.
Sekembali dari Penas para petani kiranya bisa mendapatkan ilmu baru untuk mengembangkan pertanian, karena petani Sulut harus kaya dan kreatif dalam mengelola pertanian.
Gubernur juga mengingatkan kepada instasnti terkait yakni Sekretariat Badan Koordinasi penyuluh Sulut untuk terus memberikan pelatihan terbaik bagi para petani guna menunjang penghasilan serta kemajuan produk pertanian Sulut.
Tema Penas 2014 "Memantapkan kepemimpinan dan kemandirian kontak tani nelayan dalam rangka pengembangan kemitraan dan jejaring usaha tani guna mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan, ungkap Kumendong. Z. Meirina
Pewarta : Jootje Kumajas
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Enam orang meninggal akibat banjir bandang hantam permukiman di Pulau Siau Sulut
05 January 2026 13:12 WIB
Unhas berikan bibit jagung JJUH agar lahan jadi produktif di Minahasa Sulut
30 January 2025 19:53 WIB, 2025
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB