
Kamus Digital Bahasa Makassar resmi hadir

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan meluncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar untuk menjaga warisan leluhur dan memperkuat literasi multibahasa.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Selasa, resmi meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar itu.
"Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan konkret untuk menempatkan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu, melestarikan bahasa daerah sebagai jati diri, serta membekali generasi muda dengan kemampuan multibahasa sebagai kebutuhan global," ujarnya.
Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dan BasaIbuWiki/Sulsel tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan literasi budaya di satuan pendidikan, sekaligus menjawab tantangan semakin lunturnya penggunaan Bahasa Makassar di kalangan anak muda.
Peluncuran yang mengusung tema "Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa" merupakan program kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Makassar, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, dan BasaIbuWiki/Sulsel.
Munafri mengapresiasi program kolaborasi penguatan literasi tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah di era digital sekaligus perayaan peringatan Hari Ibu Internasional 2026.
Ia menyebut tentang pentingnya menempatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, melestarikan bahasa daerah sebagai identitas, serta menguasai bahasa asing sebagai kebutuhan global.
"Utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing. Ini yang kadang terbalik. Anak-anak sekarang justru dipaksa bahasa asing sejak dini, sementara bahasa ibunya perlahan ditinggalkan," tuturnya.
Munafri menilai, fenomena generasi muda yang mulai enggan menggunakan Bahasa Makassar dalam percakapan sehari-hari. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi mengikis identitas kultural masyarakat.
"Hampir kita kehilangan identitas diri karena banyak yang malu memakai Bahasa Makassar. Padahal ini adalah jati diri kita," katanya.
Ia menilai kamus digital menjadi solusi adaptif. Melalui platform digital, akses terhadap kosakata dan makna Bahasa Makassar diharapkan semakin mudah dijangkau oleh pelajar.
Ia juga mendorong agar pembelajaran bahasa daerah tetap diperkuat di sekolah, baik negeri maupun swasta.
"Misalnya, diksi Bahasa Makassar seperti pappasang (pesan), sinrilik (sastra tutur), menyimpan nilai budaya dan filosofi tinggi yang tidak dapat dipahami tanpa penguasaan bahasa," terang dia.
Munafri menekankan agar program ini tidak berhenti sebagai simbol seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan secara masif di satuan pendidikan.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
