Parepare, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Kodim 1405 Mallusetasi Kota Parepare, Sulawesi selatan (Sulsel), mencanangkan TNI Manunggal Keluarga Berencana-Kesehatan (Manunggal KB-Kes), Selasa.
Hadir dalam pencanangan tersebut, Wakil Walikota Parepare, Sulsel, H Sjamsu Alam, Komandan Kodim (Dandim) 1405 Mallusetasi Letkol Inf Afridas, para camat dan lurah se-Kota Parepare, dan juga dihadiri oleh jajaran TNI dari Kodim setempat.
Wakil Walikota Parepare, H Sjamsu Alam menilai program pencanangan manunggal KB-Kes tersebut merupakan langkah konkrit yang dilakukan oleh TNI dalam menekan pertumbuhan penduduk.
"Salah satu persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan dewasa ini adalah masih tingginya angka pertumbuhan penduduk sehingga dengan program TNI ini dapat memberikan dampak yang riil bagi masyarakat," jelasnya.
Dandim 1405 Mallusetasi, Letkol Inf Afridas mengungkapkan bahwa salah satu dampak yang sangat dirasakan oleh padatnya penduduk adalah dampak keamanan yang akan timbul.
"Program ini kiranya perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak dan semoga saja natinya ke depan dapat berjalan sesuai dengan keinginan kita bersama," ungkapnya.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan, yang diwakili oleh Kepala bidang Keluarga Berencana (Kabid KB), Drs Abdullah Kemma menilai selama ini Kota Parepare cukup baik dalam menerapkan program KB.
Karena menurut Abdullah, Kota Parepare merupakan daerah pertama kalinya yang ada di kawasan Sulsel yang melakukan program pencanangan TNI Manunggal Keluarga Berencana.
"Ini merupakan kesepakatan yang dilakukan antara Panglima TNI dan pihak BKKBN pada tanggal 1 Mei 2009 selama enam bulan, program ini akan berakhir Oktober 2009," jelasnya.
(T.PSO-098/F003)
Hadir dalam pencanangan tersebut, Wakil Walikota Parepare, Sulsel, H Sjamsu Alam, Komandan Kodim (Dandim) 1405 Mallusetasi Letkol Inf Afridas, para camat dan lurah se-Kota Parepare, dan juga dihadiri oleh jajaran TNI dari Kodim setempat.
Wakil Walikota Parepare, H Sjamsu Alam menilai program pencanangan manunggal KB-Kes tersebut merupakan langkah konkrit yang dilakukan oleh TNI dalam menekan pertumbuhan penduduk.
"Salah satu persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan dewasa ini adalah masih tingginya angka pertumbuhan penduduk sehingga dengan program TNI ini dapat memberikan dampak yang riil bagi masyarakat," jelasnya.
Dandim 1405 Mallusetasi, Letkol Inf Afridas mengungkapkan bahwa salah satu dampak yang sangat dirasakan oleh padatnya penduduk adalah dampak keamanan yang akan timbul.
"Program ini kiranya perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak dan semoga saja natinya ke depan dapat berjalan sesuai dengan keinginan kita bersama," ungkapnya.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan, yang diwakili oleh Kepala bidang Keluarga Berencana (Kabid KB), Drs Abdullah Kemma menilai selama ini Kota Parepare cukup baik dalam menerapkan program KB.
Karena menurut Abdullah, Kota Parepare merupakan daerah pertama kalinya yang ada di kawasan Sulsel yang melakukan program pencanangan TNI Manunggal Keluarga Berencana.
"Ini merupakan kesepakatan yang dilakukan antara Panglima TNI dan pihak BKKBN pada tanggal 1 Mei 2009 selama enam bulan, program ini akan berakhir Oktober 2009," jelasnya.
(T.PSO-098/F003)