Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar memastikan bahwa seluruh pengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Makassar telah kembali ke rumah masing-masing secara bertahap sejak 13 Januari.
Berdasarkan data di lapangan, pada delapan titik pengungsian yang terbentuk pada 12 Januari, sebagian besar sudah ditutup pada keesokan harinya (13/01). Sementara pada 13 Januari, tersisa dua posko pengungsian, dan 14 Januari seluruh pengungsi kembali ke rumah masing-masing.
"Kunci utama penanganan banjir di Makassar hari ini adalah kesiapsiagaan, mitigasi, dan pencegahan. Semua itu sudah kita siapkan jauh sebelum hujan datang," ujar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Kamis.
Kali ini, Pemkot Makassar mendapat apresiasi atas penanganan banjir yang dinilai jauh lebih baik oleh masyarakat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pada kejadian banjir Januari 2026, genangan air di sejumlah titik terpantau lebih cepat surut, sementara masa pengungsian berlangsung singkat dan terkendali.
Menurut Munafri, penanganan banjir di Makassar dilakukan melalui kerja kolaboratif lintas sektor dalam satu komando yang jelas, BPBD menjadi garda terdepan, dibantu Dinas PU, Dinas Sosial, DLH, camat, lurah dan relawan.
“BPBD tidak bekerja sendiri. Dinas PU fokus pada normalisasi sungai dan saluran air, perbaikan drainase, serta pengoperasian pompa. DLH memastikan kebersihan lingkungan agar aliran air tidak tersumbat. Dinas Sosial menyiapkan langkah perlindungan bagi warga terdampak. Semua bergerak serentak,” lanjutnya.
Pemerintah Kota Makassar juga terus memperkuat Early Warning System (EWS) di titik-titik rawan banjir agar masyarakat memperoleh informasi lebih cepat dan dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.
“Pendekatan kita sekarang berbeda. Masyarakat tidak lagi hanya sebagai objek, tetapi sebagai subjek utama penanggulangan bencana. Mereka dilibatkan sejak pencegahan, kesiapsiagaan, hingga respon darurat. Inilah yang membuat penanganan banjir tahun ini jauh lebih baik,” tegas Wali Kota.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan, BPBD Kota Makassar pada tahun sebelumnya telah menyusun dan menetapkan Dokumen Rencana Kontinjensi untuk tiga jenis bencana utama, yakni banjir, kekeringan, dan banjir rob.
Dokumen tersebut memuat rencana operasi penanganan bencana secara rinci, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga dukungan pemulihan awal. Di dalamnya juga diatur pembagian peran lintas OPD, kebutuhan sumber daya, serta mekanisme komando saat bencana terjadi.
Keberadaan dokumen ini menjadi salah satu dasar penting dalam mendukung respon cepat, terkoordinasi, dan efektif, sehingga penanganan banjir di Kota Makassar dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, relawan, dan masyarakat guna menekan risiko bencana secara berkelanjutan.

Pengungsi banjir Makassar kembali ke rumah

Ilustrasi. Posko Komando BPBD Makassar saat penanganan dan mitigasi bencana hidrometeorologi di Makassar. ANTARA/HO-Humas BPBD Makassar
