Manado (ANTARA Sulsel) - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan III tahun 2014 akan tumbuh pada kisaran 7,34-7,74 persen.

"Pertumbuhan terutama akan berasal dari sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), sektor bangunan dan sektor angkutan serta komunikasi," kata Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut), Luctor Tapiheru, di Manado, Jumat.

Beberapa faktor yang diperkirakan menjadi pendorong pertumbuhan pada triwulan yang akan datang adalah periode seasonal menjelang tahun ajaran baru, idul fitri serta pelaksanaan Pemilu Presiden 2014.

Di sisi permintaan, katanya, adanya peningkatan penghasilan masyarakat dalam bentuk pembayaran gaji ke-13 Pegawan Negeri Sipil (PNS) dan TNI juga tunjangan hari raya yang diperkirakan akan dapat mendorong perekonomian khususnya dari aktivitas konsumsi.

Pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan II tahun 2014 tumbuh sejalan dengan ekonomi nasional yang cenderung melambat.

Triwulan II, ekonomi Sulut tumbuh pada level 7,32 persen lebih rendah dibandingkan pertumbuham pada triwulan I 2014 yang tercatat 7,94 persen.

Meskipun demikian, katanya, angka pertumbuhan Sulut masih lebih tinggi dibandingkan dengan nasional pada triwulan II 2014 hanya 5,12 persen.

Ekonomi Sulut di triwulan II 2014 masih didorong oleh kegiatan konsumsi dan membaiknya kinerja investasi. Aktivitas ekspor masih tumbuh membaik meskipun diikuti oleh peningkatan impor yang cukup tinggi. Budi Suyanto

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor :
Copyright © ANTARA 2024