DPRD Sangsikan Pengerjaan Proyek Jalan Pape-Tomata
Minggu, 31 Agustus 2014 19:50 WIB
Palu (ANTARA Sulsel) - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menyangsikan penyelesaian pekerjaan proyek ruas jalan Pape-Tomata, Kabupaten Morowali Utara, sepanjang 31 kilometer.
"Pekerjaan jalan itu belum menunjukkan kemajuan yang berarti karena hingga saat ini baru selesai 2 kilometer," kata anggota Komisi III yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sulawesi Tengah Huisman Brant Toripalu di Palu, Minggu.
Proyek itu dikerjakan tahun jamak dengan menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Tengah. Sebelumnya, pada tahun 2009 sudah pernah dikerjakan tetapi gagal.
Huisman mengemukakan alasan pelaksana proyek sehingga terlambat mengerjakan proyek itu karena pengangkutan material yang jaraknya relatif jauh.
"Itu bukan alasan karena proyek itu sudah melalui proses perencanaan matang," katanya.
Dia mengatakan bahwa keterlambatan pekerjaan itu murni dari faktor kontraktor yang tidak mengerjakan sesuai dengan perencanaan.
"Oleh karena itu, Gubernur perlu mengevaluasi panitia lelang," katanya.
Jika melihat waktu yang tersisa dan volume pekerjaan yang masih menjadi beban pekerjaan kontraktor, Huisman menyatakan pesimistis proyek itu bisa selesai tepat waktu, yakni Februari 2015.
"Belum lagi kondisi cuaca pada bulan Oktober sampai Desember masuk musim hujan," katanya.
Dia memprediksi bahwa proyek tersebut akan menjadi proyek gagal karena lambatnya pekerjaan di lapangan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menyarankan agar pemerintah provinsi melalui Dinas Bina Marga melakukan perhitungan cermat mengingat waktu yang makin sempit.
"Kalau mau selesai tepat waktu, harus dikeroyok tidak dapat lagi diserahkan kepada kontraktor saat ini," katanya.
Menurut Huisman, proyek tersebut masih menyisahkan masalah berupa deker yang sebagian jebol karena diduga tidak mampu menahan beban.
"Perencanaan kemungkinan tidak memperhitungkan ruas jalan tersebut dilintasi kendaraan dengan kapasitas 40 ton karena ini adalah jalan negara," katanya. D.Dj. Kliwantoro
"Pekerjaan jalan itu belum menunjukkan kemajuan yang berarti karena hingga saat ini baru selesai 2 kilometer," kata anggota Komisi III yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sulawesi Tengah Huisman Brant Toripalu di Palu, Minggu.
Proyek itu dikerjakan tahun jamak dengan menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Tengah. Sebelumnya, pada tahun 2009 sudah pernah dikerjakan tetapi gagal.
Huisman mengemukakan alasan pelaksana proyek sehingga terlambat mengerjakan proyek itu karena pengangkutan material yang jaraknya relatif jauh.
"Itu bukan alasan karena proyek itu sudah melalui proses perencanaan matang," katanya.
Dia mengatakan bahwa keterlambatan pekerjaan itu murni dari faktor kontraktor yang tidak mengerjakan sesuai dengan perencanaan.
"Oleh karena itu, Gubernur perlu mengevaluasi panitia lelang," katanya.
Jika melihat waktu yang tersisa dan volume pekerjaan yang masih menjadi beban pekerjaan kontraktor, Huisman menyatakan pesimistis proyek itu bisa selesai tepat waktu, yakni Februari 2015.
"Belum lagi kondisi cuaca pada bulan Oktober sampai Desember masuk musim hujan," katanya.
Dia memprediksi bahwa proyek tersebut akan menjadi proyek gagal karena lambatnya pekerjaan di lapangan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menyarankan agar pemerintah provinsi melalui Dinas Bina Marga melakukan perhitungan cermat mengingat waktu yang makin sempit.
"Kalau mau selesai tepat waktu, harus dikeroyok tidak dapat lagi diserahkan kepada kontraktor saat ini," katanya.
Menurut Huisman, proyek tersebut masih menyisahkan masalah berupa deker yang sebagian jebol karena diduga tidak mampu menahan beban.
"Perencanaan kemungkinan tidak memperhitungkan ruas jalan tersebut dilintasi kendaraan dengan kapasitas 40 ton karena ini adalah jalan negara," katanya. D.Dj. Kliwantoro
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sulsel gagalkan penyelundupan 17 ton Bambu Laut dibiayai orang asing
16 October 2025 20:44 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB