Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat tiga subsektor pertanian mengalami kenaikan sehingga mempengaruhi indeks Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2025 yang tercatat di angka 121,83.

Kepala BPS Provinsi Sulsel Aryanto di Makassar, Rabu, mengatakan nilai tukar petani pada Juni berbanding Mei 2025 tercatat mengalami penurunan sebesar 0,58 persen dari 122,54 menjadi 121,83 pada Juni 2025.

"Ada lima subsektor pertanian yang menjadi pendataan dan tiga diantaranya mengalami kenaikan, sementara dua lainnya itu mengalami penurunan," ujarnya.

Aryanto mengatakan NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (it) terhadap indeks harga yang dibayar petani (ib), merupakan salah satu perantara atau proxy indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. 

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. 

"Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani," katanya.

Dari lima subsektor pertanian tersebut, tiga subsektor mengalami kenaikan NTP dibandingkan bulan sebelumnya. 
 
NTP subsektor tanaman pangan (NTPP) tercatat sebesar 109,38, subsektor 
tanaman hortikultura (NTPH) sebesar 122,14.

NTP subsektor tanaman perkebunan 
rakyat (NTPR) sebesar 169,15, subsektor peternakan (NTPT) sebesar 109,27, 
dan subsektor perikanan (NTNP) sebesar 112,88.

Tanaman pangan sebesar 0,19 persen, subsektor hortikultura sebesar 4,54 
persen, serta subsektor peternakan sebesar 0,05 persen. 

Adapun subsektor yang mengalami penurunan NTP yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,21 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,03 persen.


 


Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026