Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, merilis perputaran uang mencapai Rp2 miliar selama Turnamen Domino Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang digelar 5-6 Juli 2025.

Wakil Bupati Luwu Muh Dhevy Bijak Pawindu melalui keterangannya yang diterima di Makassar, Rabu, mengemukakan Turnamen Domino ini berhasil menggerakkan sektor UMKM secara nyata. Dari catatan Pemkab Luwu, perputaran uang selama kegiatan ini mencapai lebih dari Rp2 miliar.

"Pendapatan UMKM kita sekitar Rp2 miliar lebih dalam kegiatan ini. Maka dari itu, biaya yang dikeluarkan pemerintah daerah dengan anggaran Rp250 juta itu bisa mengembalikan PAD kita," urainya.

Turnamen nasional yang berlangsung di Belopa, Kabupaten Luwu, ini dianggap tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Sebanyak 3.316 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia berpartisipasi dalam ajang ini. Kehadiran ribuan orang itu dinilai turut menggerakkan perekonomian lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Sebagai pemerintah daerah, kami melakukan kegiatan ini bukan karena kepentingan pemerintah saja, tapi tentu kepentingan masyarakat, terutama menggairahkan pembangunan UMKM-UMKM kita yang ada di Kabupaten Luwu ini," lanjut Dhevy.

Sementara, Ketua Litbang PB PORDI (Persatuan Olahraga Domino Indonesia) Wahyu Erfandy juga menekankan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari upaya membangun citra positif olahraga domino. 

Ia menambahkan bahwa kejuaraan nasional telah dilakukan secara konsisten selama lima tahun terakhir, dengan harapan bisa mengubah paradigma negatif terhadap permainan ini.

"Alhamdulillah, kemarin kami baru saja mendapatkan surat peryataan dari Majelis Ulama Indonesia yang menyebut bahwa domino adalah aktivitas yang halal," kata Wahyu.

 

 


Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026