Mamuju (ANTARA) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka meminta agar Dinas Pertanian Provinsi Sulbar segera mendata potensi lahan yang dapat disentuh dengan program cetak sawah baru.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, memimpin rapat koordinasi monitoring dan percepatan kegiatan survei, investigasi, dan desain (SID) program cetak sawah, serta konstruksi optimalisasi lahan dan pencapaian target luas tambah tanam (LTT), di Mamuju, Kamis.

Gubernur meminta Dinas Pertanian Provinsi Sulbar untuk mendata setiap  potensi lahan yang dapat diprogramkan melaksanakan cetak sawah untuk mendukung ketahanan

"Pemprov Sulbar akan mendata potensi lahan yang dapat di programkan menjadi cetak sawah baru, meskipun lahan yang didata berada dalam kawasan hutan lindung," katanya.

Ia mengatakan, Pemprov Sulbar akan bekerjasama dengan seluruh Pemerintah kabupaten di Sulbar untuk melaksanakan program pendataan lahan untuk cetak sawah baru tersebut.

Ia menyampaikan, Provinsi Sulbar pada tahun 2025 akan melaksanakan program percetakan sawah seluas 1.300 hektare meskipun pada rencana awal siap melakukan program cetak sawah baru seluas 4.060 hektare. 

Ia mengatakan, Pemprov Sulbar akan serius mendorong terlaksananya program cetak sawah baru untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara nasional.

"Yang penting jangan melakukan pendataan hutan yang berada kawasan konservasi untuk program cetak sawah, dan saya sebagai Gubernur berkomitmen akan mengurus pelepasan kawasan hutan lindung kepada pemerintah pusat untuk mendorong cetak sawah baru," katanya.
 
Gubernur mengatakan, program cetak sawah baru untuk mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Gubernur Suhardi Duka menargetkan Sulbar mampu memproduksi beras sebanyak 203.000 ton per tahun dengan program cetak sawah baru, sebagai langkah konkrit untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan secara global.

Ia mengatakan, program cetak sawah di Sulbar juga banyak terhalang pembukaan perkebunan kelapa sawit, sehingga program cetak sawah harus didorong dengan melakukan pelepasan kawasan hutan lindung.


 


Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026