Jakarta (ANTARA) - Direktur Institut Français Indonesia (IFI) Jules Irrmann mengemukakan bahwa rotan merupakan salah satu penghubung antara Prancis dan Indonesia.
"Rotan adalah sesuatu yang sangat familiar bagi kami di Prancis, karena kami bisa menemukan rotan di hampir setiap jalan di Prancis, semua kursi bistro kami di teras kafe, yang mungkin merupakan salah satu citra Prancis yang paling kuat dan menarik banyak wisatawan," kata Jules di Jakarta, Sabtu.
Ia juga mengatakan bahwa, rotan bukan produk asal Prancis, karena negara tersebut memiliki iklim yang kurang cocok untuk ditumbuhi rotan.
Mengetahui bahwa Indonesia dan Prancis memiliki keterikatan dari sisi produk ekonomi kreatif dari rotan, ia pun mengenang masa kecilnya yang lekat dengan produk hasil kerajinan rotan.
"Jadi ini adalah tradisi yang sangat panjang dan juga, saya kira, ekspor yang sangat menarik juga bagi Indonesia karena kita memiliki banyak sekali rotan. Dan tentu saja di rumah-rumah, terutama generasi saya, jadi ketika saya masih kecil di akhir tahun 70-an dan awal 80-an, kami memiliki banyak rotan di rumah," katanya.
Rotan, kata dia, merupakan produk yang ramah lingkungan serta lekat dengan generasi Z sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut.
Buku anak "Kinderkloud x Milou: Woven Worlds". ANTARA/ (Sinta Ambar) Berita selengkapnya: Rotan jadi salah satu produk penghubung antara Indonesia dan Prancis