
Harga cabai di Makassar naik tinggi jelang ramadan

Makassar (ANTARA) - Menjelang Bulan Ramadhan sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan signifikan terutama cabai hingga tembus di angka Rp55 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kalau lombok kecil (cabai) itu harganya semula Rp15-20 ribu per kilogram, tapi ini sudah naik sampai Rp55 ribu per kilogram," ujar Sriwahyuni pedagang Pasar Pabaeng'baeng Makassar, Jumat.
Namun untuk cabai merah keriting dan cabai besar, kata dia, masih di harga normal Rp20 ribu per kilogram. Sedangkan jenis sayuran lainnya seperti tomat juga ikut naik. Sedangkan wortel dan kentang juga diperkirakan naik.
"Tomat itu naik dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram. Memang tinggi kenaikannya sampai tiga ribuan pe kilogram. Untuk wortel masih normal Rp5 ribu per kilo, yang super Rp12 ribu," tuturnya.
Menurut dia, kenaikan harga cabai dan tomat tersebut dipengaruhi kekurangan stok dari daerah. Kemungkinan besar dipengaruhi cuaca sehingga banyak petani panennya berkurang, di sisi lain permintaan tinggi.
Selain itu, faktor lain membuat sejumlah komoditas mengalami kenaikan menjelang ramadhan serta hari besar keagamaan yang berdekatan waktunya seperti perayaan Imlek jatuh pada 17 Februari 2026 dan puasa diprediksi mulai 18 Februari 2026.
"Memang biasa seperti ini kalau mau masuk puasa, Biasa juga barang kurang karena belum masa panen. Saya selalu ambil (cabai) dari petani di Malino (Kabupaten Gowa)," ucap Sri.
Pedagang lainnya, Rudianto menyebutkan untuk harga ayam serta bumbu dapur sampai saat ini belum ada kenaikan. Daging ayam biasanya Rp34 ribu per kilogram, kendati pada bulan lalu naik sampai Rp37-40 ribu per kilogram.
Dari pantauan, harga bawang merah semula Rp40 ribu per kilo naik Rp 10 ribu per kilogram. Sementara bawang putih masih di harga normal Rp35 ribu per kilogram dan harga telur turun Rp50 ribu dari semula Rp52-55 ribu per rak. Untuk harga beras medium per kilogram masih stabil antara Rp12-13 ribu per kilogram
Secara terpisah, Humas PD Pasar Raya Muhammad Idris menanggapi bahwa kenaikan harga cabai di sejumlah pasar terkendala pasokan yang berkurang serta dipengaruhi faktor cuaca yang tidak menentu.
"Memang selama beberapa hari terakhir memang sering hujan, cuaca berubah ubah sehingga mempengaruhi panen petani. Hujan seperti ini tentu menjadi kendala petani karena panen berkurang, apalagi ini mau masuk puasa," katanya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
