
Pemkot Makassar pastikan standarisasi keselamatan transportasi mudik Lebaran 1447 H

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, membangun kolaborasi lintas sektoral untuk memastikan standarisasi keselamatan layanan transportasi yang akan digunakan masyarakat saat akan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Puncak arus mudik dan arus balik akan terjadi pada hari-hari terakhir menjelang Idul Fitri. Olehnya, antisipasi dini harus dilakukan, termasuk penguatan komunikasi teknis antarinstansi agar setiap kendala dapat segera direspons," ujar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalan rapat bersama Pengelola Balai Transportasi Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang turut dihadiri Perumda Terminal Makassar Metro, Dinas Perhubungan Kota Makassar, serta SKPD Pemkot Makassar, Kamis.
Munafri menyampaikan peningkatan intensitas mobilitas masyarakat tersebut membutuhkan kerja kolektif dan sinergi antarinstansi, khususnya dalam memastikan standar keselamatan transportasi berjalan optimal.
“Selalu saya tekankan bahwa ini puncaknya (peak) akan sangat tinggi menuju hari-hari terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri dan arus balik yang akan kita perhatikan,” katanya.
Munafri menekankan pentingnya penerapan standar operasional, termasuk pelaksanaan ramp check kendaraan secara konsisten sesuai ketentuan. Ia menegaskan standarisasi keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Untuk itu, Munafri meminta koordinasi diperkuat dalam penerapan seluruh protokol prosedur secara disiplin. Menurut dia, kelalaian terhadap prosedur keselamatan berpotensi menimbulkan konsekuensi bersama.
Ia juga mendorong sosialisasi yang lebih masif terhadap tantangan yang berpotensi timbul seperti kelebihan dimensi melebihi pemuatan (over dimension over loading/ODOL) transportasi penumpang berlebih.
Serta, kondisi kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan, hingga keberadaan terminal-terminal bayangan yang beroperasi di luar pengawasan resmi.
Munafri meminta tim gabungan yang terbentuk nantinya segera dapat bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan pengaturan jadwal yang terkoordinasi.
“Fungsi protokol kita harus dimaksimalkan. Mulai hari ini kita harus mulai menjalankan tugas dan fungsi masing-masing,” ujar dia. .
Ia menegaskan pentingnya komitmen layanan publik sebab masyarakat hanya akan melihat output pelayanan transportasi yang diterima dan tidak akan peduli kompleksitas koordinasi pemerintah.
“Masyarakat tidak peduli dengan proses internal kita. Urusan kita adalah memastikan protokol keselamatan mudik ini berjalan dengan baik, khususnya di terminal yang ada di Kota Makassar,” ujar dia.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
