MUI Maluku tetap lakukan pengawasan terkait ISIS
Selasa, 24 Maret 2015 14:45 WIB
Ambon (ANTARA Sulsel) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku melakukan antisipasi dan pengawasan di daerah Maluku terhadap informasi terkait pengaruh ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Indonesia.
"Kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terutama mereka-mereka yang menamakan kelompok laskar," kata Sekretaris Umum MUI Maluku Idris Latuconsina di Ambon, Selasa.
Ia menyatakan, dalam pemantauan MUI Maluku juga berhati-hati karena kelompok laskar itu punya lokasi pemukiman sendiri, namun hingga kini belum ada tanda-tanda masuknya paham ISIS
Laporan dari masyarakat tentang adanya kelompok negara Islam Irak dan Suriah itu pun tidak ada.
"Sejauh ini tidak ada gerakan-gerakan yang mencurigakan," ujarnya.
MUI Maluku, kata Idris, juga selalu mengimbau kepada masyarakast Maluku dan Kota Ambon khususnya agar tidak tergiur dengan ajakan-ajakan gerakan ISIS.
"Gerakan ISIS yang ada sekarang ini sungguh berbahaya sekali sehingga kita harus menghindar agar jangan sampai keluarga juga ikut terpengaruhi," ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat agar ikut melakukan pengawasan bersama dan melaporkan ke aparat keamanan bila melihat tanda-tanda ke arah gerakan itu.
"Kalau ada masyarakst yang mengetahui ada gerakan dari satu kelompok yang mencurikan, harap segera memberikan informasi kepada MUI, maupun kepolisian agar bisa diantisipasi," ujarnya.
"Gerakan ISIS ini harus diawasi secara bersama, tidak bisa diserahkan kepada MUI atau kepolisian semata," tambahnya. John N.S
"Kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terutama mereka-mereka yang menamakan kelompok laskar," kata Sekretaris Umum MUI Maluku Idris Latuconsina di Ambon, Selasa.
Ia menyatakan, dalam pemantauan MUI Maluku juga berhati-hati karena kelompok laskar itu punya lokasi pemukiman sendiri, namun hingga kini belum ada tanda-tanda masuknya paham ISIS
Laporan dari masyarakat tentang adanya kelompok negara Islam Irak dan Suriah itu pun tidak ada.
"Sejauh ini tidak ada gerakan-gerakan yang mencurigakan," ujarnya.
MUI Maluku, kata Idris, juga selalu mengimbau kepada masyarakast Maluku dan Kota Ambon khususnya agar tidak tergiur dengan ajakan-ajakan gerakan ISIS.
"Gerakan ISIS yang ada sekarang ini sungguh berbahaya sekali sehingga kita harus menghindar agar jangan sampai keluarga juga ikut terpengaruhi," ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat agar ikut melakukan pengawasan bersama dan melaporkan ke aparat keamanan bila melihat tanda-tanda ke arah gerakan itu.
"Kalau ada masyarakst yang mengetahui ada gerakan dari satu kelompok yang mencurikan, harap segera memberikan informasi kepada MUI, maupun kepolisian agar bisa diantisipasi," ujarnya.
"Gerakan ISIS ini harus diawasi secara bersama, tidak bisa diserahkan kepada MUI atau kepolisian semata," tambahnya. John N.S
Pewarta : Shariva Alaidrus
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa magnitudo 5,6 di Ternate akibat deformasi batuan Lempeng Laut Maluku
21 December 2025 22:00 WIB
Gempa magnitudo 5,2 guncang Kepulauan Tanimbar Maluku, tak potensi tsunami
11 November 2025 4:40 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB