Dian Jadi Wisudawan Terbaik Unsulbar
Senin, 15 Juni 2015 23:28 WIB
Dian Fitri Sabrina (ANTARA FOTO/Aco Ahmad)
Majene, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Mahasiswi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Dian Fitri Sabrina menjadi lulusan terbaik pada wisuda ke II tahun 2015 dari 310 mahasiswa yang menjalani proses wisuda yang digelar di aula Masjid Agung Majene, Senin.
"Penelitian tentang polemik seleksi hakim Mahkamah Konstitusi (MK ) mengantarkan mahasiswi Unsulbar atas nama Dian Fitri Sabrina menjadi lulusan terbaik. Dian melakukan penelitian langsung ke kantor MK dan mewancari hakim MK saat itu Hamdan Zoelva. ," kata Rektor Unsulbar, DR. Akhsan Djalaluddin.
Rektor berharap, dengan proses wisuda tahun ini maka tentu diharapkan kelak mereka mampu mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama berada di bangku kuliah.
Usai mendapat penghargaan sebagai wisudawan terbaik 2015 dengan IPK 3,90, Dian Fitri Sabrina kepada wartawan menjelaskan secara singkat tentang penelitiannya.
Dian yang merupakan alumni FISIP jurusan Ilmu Hukum tertarik meneliti persoalan pemilihan hakim HK karena strategisnya posisi pimpinan MK di era reformasi.
"Menariknya karena ternyata ada celah yang berpotensi menimbulkan polemik atau masalah saat pemilihan hakim MK, misalnya apakah hakim MK itu perlu diseleksi dari awal lagi bila Ia mencalonkan diri, lalu bagaimana kalau dicalonkan, bagaimana perlakuannya? itulah yang saya teliti," kata alumni SMAN 1 Wonomulyo, Polewali Mandar ini.
Untuk memperoleh data yang akurat, Dian dengan dukungan orang tua dan kampusnya, melakukan penelitian secara langsung di kantor MK di Jakarta. Bahkan ia harus naik darat lebih 300 km dari Majene menuju Makassar kemudian melanjutkan perjalanan udara ke Jakarta.
"Saya menghabiskan waktu penelitian langsung di kantor MK selama kurang lebih tiga bulan. Dalam selang waktu penelitian itu, saya berhasil melakukan wawancara langsung dengan ketua MK saat itu Hamdan Zoelva," jelasnya.
Ia menyambahkan, ada prinsip hukum equality before the law, bahwa semua warga negara sama kedudukannya di depan hukum. Idealnya, pemilihan hakim MK juga seperti itu, semua diperlakukan sama, baik calon baru ataupun calon "incumbent".
Dekan FISIP Unsulbar, DR. Burhanuddin, M.Si memberi apresiasi atas keberhasilan mahasiswinya tersebut mendapat nilai terbaik, dan juga melakukan penelitian dengan hasil yang sangat memuaskan.
Burhanuddin yang juga dosen di Universitas Tadulako (Untad) mengatakan penelitian Dian tentang seleksi hakim MK juga dapat mengangkat citra kampus Unsulbar sebagai perguruan tinggi negeri baru.
"Insya Allah kita berharap prestasi Dian ini akan memberi motivasi bagi mahasiswa yang lain di tengah upaya kita membangun kampus Unsulbar sebagai salah satu wadah pencetak SDM di Sulawesi Barat," kata Burhanuddin
Saat tampil memberi sambutan perpisahan mewakili mahasiswa yang lulus, Dian tampak terharu dan dengan suara terisak,
Ia mengaku keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan adalah berkat perjuangan orang tua yang membiayai, para dosen yang mengajar dan membimbing serta kerja sama dengan sesama mahasiswa.
Untuk memperdalam ilmu hukum yang telah diperoleh di Unsulbar, Dian yang tinggal di Jl. R. Soeparman Wonomulyo telah diterima melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya
"Penelitian tentang polemik seleksi hakim Mahkamah Konstitusi (MK ) mengantarkan mahasiswi Unsulbar atas nama Dian Fitri Sabrina menjadi lulusan terbaik. Dian melakukan penelitian langsung ke kantor MK dan mewancari hakim MK saat itu Hamdan Zoelva. ," kata Rektor Unsulbar, DR. Akhsan Djalaluddin.
Rektor berharap, dengan proses wisuda tahun ini maka tentu diharapkan kelak mereka mampu mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama berada di bangku kuliah.
Usai mendapat penghargaan sebagai wisudawan terbaik 2015 dengan IPK 3,90, Dian Fitri Sabrina kepada wartawan menjelaskan secara singkat tentang penelitiannya.
Dian yang merupakan alumni FISIP jurusan Ilmu Hukum tertarik meneliti persoalan pemilihan hakim HK karena strategisnya posisi pimpinan MK di era reformasi.
"Menariknya karena ternyata ada celah yang berpotensi menimbulkan polemik atau masalah saat pemilihan hakim MK, misalnya apakah hakim MK itu perlu diseleksi dari awal lagi bila Ia mencalonkan diri, lalu bagaimana kalau dicalonkan, bagaimana perlakuannya? itulah yang saya teliti," kata alumni SMAN 1 Wonomulyo, Polewali Mandar ini.
Untuk memperoleh data yang akurat, Dian dengan dukungan orang tua dan kampusnya, melakukan penelitian secara langsung di kantor MK di Jakarta. Bahkan ia harus naik darat lebih 300 km dari Majene menuju Makassar kemudian melanjutkan perjalanan udara ke Jakarta.
"Saya menghabiskan waktu penelitian langsung di kantor MK selama kurang lebih tiga bulan. Dalam selang waktu penelitian itu, saya berhasil melakukan wawancara langsung dengan ketua MK saat itu Hamdan Zoelva," jelasnya.
Ia menyambahkan, ada prinsip hukum equality before the law, bahwa semua warga negara sama kedudukannya di depan hukum. Idealnya, pemilihan hakim MK juga seperti itu, semua diperlakukan sama, baik calon baru ataupun calon "incumbent".
Dekan FISIP Unsulbar, DR. Burhanuddin, M.Si memberi apresiasi atas keberhasilan mahasiswinya tersebut mendapat nilai terbaik, dan juga melakukan penelitian dengan hasil yang sangat memuaskan.
Burhanuddin yang juga dosen di Universitas Tadulako (Untad) mengatakan penelitian Dian tentang seleksi hakim MK juga dapat mengangkat citra kampus Unsulbar sebagai perguruan tinggi negeri baru.
"Insya Allah kita berharap prestasi Dian ini akan memberi motivasi bagi mahasiswa yang lain di tengah upaya kita membangun kampus Unsulbar sebagai salah satu wadah pencetak SDM di Sulawesi Barat," kata Burhanuddin
Saat tampil memberi sambutan perpisahan mewakili mahasiswa yang lulus, Dian tampak terharu dan dengan suara terisak,
Ia mengaku keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan adalah berkat perjuangan orang tua yang membiayai, para dosen yang mengajar dan membimbing serta kerja sama dengan sesama mahasiswa.
Untuk memperdalam ilmu hukum yang telah diperoleh di Unsulbar, Dian yang tinggal di Jl. R. Soeparman Wonomulyo telah diterima melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya
Pewarta : Aco Ahmad
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulbar alokasikan anggaran Rp628 miliar untuk pengembangan pendidikan
12 August 2025 19:12 WIB
DTPHP Sulbar membekali mahasiswa keterampilan pengembangan agribisnis
26 October 2024 22:25 WIB, 2024
Akademisi: Program padat karya solusi atasi kemiskinan ekstrem di Sulbar
02 September 2024 18:35 WIB, 2024
Mahasiswa Unsulbar belajar budidaya rumput laut di Rumah Penyu Mampie Polman
13 June 2024 20:04 WIB, 2024
Pengacara terdakwa korupsi Unsulbar siapkan pembelaan klien hadapi JPU
23 March 2024 17:28 WIB, 2024