Warga Limboto gelar "Kambungu Beresi" cegah DBD
Sabtu, 6 Februari 2016 20:42 WIB
Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Warga Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo akan melakukan Gerakan Kambungu Beresi (kampung bersih) pada Minggu (7/2) untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meluas.
Salah seorang partisipan gerakan tersebut, Dahlan Usman mengatakan Kambungu Beresi merupakan inisiasi dari jamaah Masjid Baiturahman yang resah dengan status Provinsi Gorontalo sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD sejak dua hari terakhir.
" Kami ingin bersama-sama dengan warga Limboto memberantas sarang nyamuk dengan membersihkan lingkungan. Juga ada edukasi kepada warga tentang pencegahan penyakit," jelasnya di Gorontalo, Sabtu.
Selain membersihkan lingkungan, warga juga akan mendapatkan pengarahan tentang DBD dari petugas yang ditunjuk, serta pembagian selebaran.
Gerakan ini juga akan mendorong warga untuk menanam beberapa tumbuhan yang dikenal sebagai "anti nyamuk" seperti lavender dan sereh.
Untuk tahap awal, gerakan tersebut akan dimulai dari Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto yang menjadi pusat perkantoran dan perdagangan.
" Semua akan berkumpul di halaman Masjid Baiturahman Limboto pukul 05.30 Wita dan bergerak mulai bersih-bersih di kompleks pasar. Kami berharap semua kalangan turut berpartisipasi," imbuhnya
Selain warga, aksi itu akan diikuti mahasiswa, kelompok warung kopi Trisakti, Dinas Pariwsata, Badan Lingkungan Hidup, serta camat, lurah dan aparatnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo hingga minggu ketiga Januari 2016, jumlah kasus DBD di Kabupaten Gorontalo ada 17 dan dua diantaranya meningal dunia.
Kementrian Kesehatan menetapkan KLB DBD untuk Provinsi Gorontali khususnya Kota Gorontalo, bersama enam daerah lain yakni Papua Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Banten.
Salah seorang partisipan gerakan tersebut, Dahlan Usman mengatakan Kambungu Beresi merupakan inisiasi dari jamaah Masjid Baiturahman yang resah dengan status Provinsi Gorontalo sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD sejak dua hari terakhir.
" Kami ingin bersama-sama dengan warga Limboto memberantas sarang nyamuk dengan membersihkan lingkungan. Juga ada edukasi kepada warga tentang pencegahan penyakit," jelasnya di Gorontalo, Sabtu.
Selain membersihkan lingkungan, warga juga akan mendapatkan pengarahan tentang DBD dari petugas yang ditunjuk, serta pembagian selebaran.
Gerakan ini juga akan mendorong warga untuk menanam beberapa tumbuhan yang dikenal sebagai "anti nyamuk" seperti lavender dan sereh.
Untuk tahap awal, gerakan tersebut akan dimulai dari Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto yang menjadi pusat perkantoran dan perdagangan.
" Semua akan berkumpul di halaman Masjid Baiturahman Limboto pukul 05.30 Wita dan bergerak mulai bersih-bersih di kompleks pasar. Kami berharap semua kalangan turut berpartisipasi," imbuhnya
Selain warga, aksi itu akan diikuti mahasiswa, kelompok warung kopi Trisakti, Dinas Pariwsata, Badan Lingkungan Hidup, serta camat, lurah dan aparatnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo hingga minggu ketiga Januari 2016, jumlah kasus DBD di Kabupaten Gorontalo ada 17 dan dua diantaranya meningal dunia.
Kementrian Kesehatan menetapkan KLB DBD untuk Provinsi Gorontali khususnya Kota Gorontalo, bersama enam daerah lain yakni Papua Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Banten.
Pewarta : Debby Hariyanti Mano
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB