Penderita HIV/AIDS di Gorontalo sebanyak 215 orang
Selasa, 26 Juli 2016 15:18 WIB
Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Gorontalo terus mengalami peningkatan dan tercatat sebanyak sebanyak 215 orang pada tahun 2016.
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo Idris Rahim di Gorontalo, Selasa, mengatakan bahwa meskipun tidak terlalu signifikan, namun jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo terus meningkat.
KPA Gorontalo disebutnya terus melakukan berbagai cara untuk mencegah dan melakukan penanggulangan agar penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya tersebut bisa diminimalisir dan penyebarannya ditekan.
HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh pada manusia, sedangkan AIDS merupakan sekumpulan tanda gejala penyakit yang diakibatkan oleh hilangnya atau menurunnya kekebalan tubuh seseorang karena virus HIV.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) media yang peduli dengan HIV/AIDS Provinsi Gorontalo Muhlis Huntua mengatakan bahwa media harus berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi tentang bahaya penyakit tersebut.
Media juga diharap untuk mengedukasi pembaca mengenai cara penularan HIV /AIDS serta apa langkah yang dilakukan untuk pencegah penularan penyakit itu.
"Jumlah penderita saat ini, harus kita upayakan untuk tidak mengalami peningkatan, tentunya dengan melakukan penyebaran informasi tentang bahaya penyakit ini," kata Muhlis.
Menurut dia, untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran HIV/AIDS ini, jangan hanya menjadi tugas dari KPA, tetapi peran aktif masyarakat serta media dibutuhkan.
Muhlis juga mengharapkan agar masyarakat jangan beranggapan bahwa para penderita tersebut merupakan sampah masyarakat, tetapi bagaimana caranya memperlakukan mereka dengan baik dan mengajurkan untuk berobat secara rutin.
"Media harus turut membantu para penderita HIV dan AIDS agar nantinya tidak dikucilkan oleh keluarga dan masyarakat di lingkungannya," kata Muhlis.
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo Idris Rahim di Gorontalo, Selasa, mengatakan bahwa meskipun tidak terlalu signifikan, namun jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo terus meningkat.
KPA Gorontalo disebutnya terus melakukan berbagai cara untuk mencegah dan melakukan penanggulangan agar penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya tersebut bisa diminimalisir dan penyebarannya ditekan.
HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh pada manusia, sedangkan AIDS merupakan sekumpulan tanda gejala penyakit yang diakibatkan oleh hilangnya atau menurunnya kekebalan tubuh seseorang karena virus HIV.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) media yang peduli dengan HIV/AIDS Provinsi Gorontalo Muhlis Huntua mengatakan bahwa media harus berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi tentang bahaya penyakit tersebut.
Media juga diharap untuk mengedukasi pembaca mengenai cara penularan HIV /AIDS serta apa langkah yang dilakukan untuk pencegah penularan penyakit itu.
"Jumlah penderita saat ini, harus kita upayakan untuk tidak mengalami peningkatan, tentunya dengan melakukan penyebaran informasi tentang bahaya penyakit ini," kata Muhlis.
Menurut dia, untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran HIV/AIDS ini, jangan hanya menjadi tugas dari KPA, tetapi peran aktif masyarakat serta media dibutuhkan.
Muhlis juga mengharapkan agar masyarakat jangan beranggapan bahwa para penderita tersebut merupakan sampah masyarakat, tetapi bagaimana caranya memperlakukan mereka dengan baik dan mengajurkan untuk berobat secara rutin.
"Media harus turut membantu para penderita HIV dan AIDS agar nantinya tidak dikucilkan oleh keluarga dan masyarakat di lingkungannya," kata Muhlis.
Pewarta : MF Said
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pendaki Gunung Lompobattang didenda Rp500 ribu gegara lintasi Bulu Baria Gowa
08 July 2024 6:48 WIB, 2024
Pemkab Kepulauan Selayar dan Pemrov Sulsel meluncurkan PKA IV 2023
20 September 2023 23:35 WIB, 2023
Dinas Kesehatan Luwu Timur gandeng KPA cegah HIV/AIDS di kalangan pelajar
20 October 2022 13:41 WIB, 2022
KPA : Sulsel masuk 10 besar provinsi kasus tertinggi HIV dan AIDS di Indonesia
27 August 2022 5:48 WIB, 2022
KPA: Pengidap HIV/AIDS di Sulsel terdata sebanyak 25 ribu orang lebih
19 August 2022 21:52 WIB, 2022
Hakim vonis empat tahun penjara dua eks Kepala Cabang Bank DKI yang terbukti korupsi
11 August 2022 14:51 WIB, 2022
JIP gandeng tokoh agama dan masyarakat edukasi warga Makassar terkait HIV/AIDS
21 November 2020 5:36 WIB, 2020
Pemkot Makassar tak anggarkan lagi pendanaan penanggulangan HIV/AIDS
15 October 2019 20:54 WIB, 2019
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Bangladesh tutup sementara sekolah dampak krisis energi akibat konflik Timteng
09 March 2026 17:15 WIB