Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto meluncurkan Pelayanan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam jaringan atau secara (online) melalui PT Pos Indonesia.

"Ada kalanya kita terkendala membayar PBB karena masalah waktu dan tempat pembayaran. Adanya kerjasama Dispenda dan PT Pos akan meretas kendala itu," ujar Danny saat peluncuran di PT Pos Indonesia Makassar, Rabu.

Danny Pomanto -- sapaan akrab wali kota mengatakan, sejak diujicobakan bulan pembayaran pajak online itu, PT Pos telah melayani lebih dari 1.500 wajib pajak dengan nominal transaksi lebih dari setengah miliar rupiah.

Inisiasi Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan PT Pos Indonesia menandakan ada usaha maksimal untuk melayani pelanggan. Kerja sama ini memungkinkan penerimaan PBB Makassar dapat dimaksimalkan.

"Jika semua sistem bekerja dengan baik, dan penerimaan pajak berjalan maksimal, saya optimistis Makassar dapat mencapai PAD hingga dua triliun rupiah," katanya.

Menurut Danny, potensi pendapatan dari sektor pajak di Makassar sangat besar, adanya kerja sama pemerintah kota dan PT Pos Indonesia dapat menguntungkan kedua belah pihak.

"Kemajuan suatu kota salah satunya ditentukan oleh pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak," lanjut Danny.

Pada peluncuran itu, PT Pos Indonesia menyiapkan sekitar 100 loket pembayaran yang tersebar di 46 kantor PT Pos se-Kota Makassar. Mereka melayani wajib pajak hingga malam hari bahkan di hari Minggu.

Kepala PT Pos Regional X Sulawesi dan Maluku, Arifin Mukhlis menyampaikan PT Pos terus melakukan transformasi bisnis dengan memadukan informasi, finansial network dan pelayanan.

"Kerja sama dengan semua pihak termasuk pemerintah, BUMN, dan swasta dengan harapan saling bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Arifin.

Di akhir launching, Wali Kota Danny menerima perangko logo Kota Makassar berbingkai kayu yang diserahkan Kepala PT Pos Regional X Sulawesi dan Maluku, Arifin Mukhlis.

Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026