Makassar (ANTARA) - Wakil Ketua Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Makassar, Khudri Arsyad mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan stok darah setelah libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Dua golongan darah yang banyak dicari dan tidak tersedia stoknya adalah A dan O. Hal ini karena pendonor berkurang sepanjang libur kemarin," kata Khudri di Makassar, Minggu.
Dia mengatakan donor kemitraan dengan instansi ataupun perusahaan dalam sepekan terakhir belum efektif pasca libur.
Kondisi tersebut menjadi pemicu berkurangnya stok darah di UTD PMI Makassar. Karena itu, pasien yang membutuhkan persediaan darah, biasanya mencari keluarga terdekat untuk menjadi pendonor.
Sementara pendonor darah perorangan pada saat memasuki musim hujan dalam sepekan terakhir, juga berkurang ke UTD PMI Makassar.
"Kami optimistis kondisi akan normal kembali dalam sepekan ke depan setelah aktivitas perkantoran dan perusahaan swasta berjalan normal kembali, setelah karyawan libur," katanya.
Dia mengatakan, idealnya stok darah harian 2.500 kantong untuk berbagai jenis golongan darah dan komponennya. Hal itu sesuai dengan permintaan darah dari sejumlah rumah sakit di Kota Makassar dan beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Bahkan UTD PMI Makassar juga membantu stok darah di UTD PMI Kota Kendari Gorontalo, Ambon dan Papua.
Menurut Khudri, untuk memenuhi permintaan darah tersebut pihaknya dibantu oleh 400 ribu relawan donor lestari. Kendati jumlah tersebut cukup besar namun tidak dapat menjadi patokan karena jadwal donor dari setiap relawan hanya berlaku sekali dalam dua bulan.
Berkaitan dengan hal tersebut, UTD PMI Makassar menggandeng kemitraan pendonor dari instansi pemerintah dan swasta, termasuk komunitas ataupun penyelenggara iven yang biasanya merangkaikan kegiatannya dengan aksi donor darah.


