
Dua anak perempuan jadi korban TPPO di Medan

Medan (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menemui dua bocah perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Medan, Sumatra Utara.
"Jadi sebetulnya dia sudah bekerja sebagai ART di Kupang, kemudian dapat tawaran dari temannya untuk bekerja di Medan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Sentra Bahagia, Kota Medan, Sumatra Utara, Sabtu (31/1).
Berdasarkan penuturan korban, rekan korban mengiming-iming korban bisa bekerja sebagai asisten rumah tangga di Medan, sehingga membuat keduanya memutuskan untuk berangkat dari NTT ke Medan.
Keduanya sempat bekerja di sebuah keluarga di Medan selama lima bulan. Namun selama itu keduanya tidak mendapat upah.
"Mereka mengalami kekerasan juga, akhirnya mereka kabur dan sekarang dilindungi di Sentra Bahagia," kata Menteri.
KemenPPPA akan mengupayakan keduanya untuk memiliki keahlian tertentu agar ke depannya bisa hidup mandiri.
"Kita tanya dulu ya minatnya. Nanti kita cari solusinya," kata Arifah Fauzi
Berita lengkap : Menteri Arifah temui dua anak perempuan korban TPPO di Medan
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
