
Tawuran di Makassar akibatkan satu orang tewas

Makassar (ANTARA) - Kepolisian menyelidiki kasus tawuran yang mengakibatkan seorang warga tewas terkena anak panah saat berusaha melerai pertikaian antarpemuda kampung Sapiria dan Layang di Kandea, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Masih penyelidikan. Anggota masih di lapangan (kumpul bahan keterangan)," ujar Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana, Sabtu. '
Ia membenarkan kejadian tawuran antarpemuda tersebut pada Jumat (30/1) di area Kanal Kandea, dekat Masjid Al-Markas Al-Islami Tallo mengakibatkan seorang warga bernama setempat bernama Basir Daeng Ngalle (40) tewas.
Korban mengalami luka serius pada bagian dadanya karena tertancap anak panah. Meski korban dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
"Iya, betul (satu meninggal dunia) umur korban 40 tahun. Kena dada, busurnya (anak panah). Masih diselidiki," katanya menuturkan.
Usai kejadian perang kelompok itu, tim gabungan Unit Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulawesi Selatan, beserta personel Polsek Tallo masih berjaga-jaga di lokasi mengantisipasi tawuran susulan.
Selain melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti lainnya, termasuk mengejar pelakunya, personel kepolisian juga sudah di tempatkan pada lokasi setempat.
"Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang, (tidak terprovokasi) percayakan kepada kepolisian. Tapi, mudah-mudahan (penempatan personil) ini aman," tuturnya.
Salah seorang saksi mata inisial JHD menceritakan, ketika melihat enam orang terduga pelaku dari kelompok pemuda Jalan Layang masuk ke wilayah Kampung Sapiria. Mereka membawa senjata tajam, busur dan bensin hendak membakar mobil warga.
Rencana pembakaran mobil yang parkir di samping SD Inpres Baraya 2 itu diketahui empat orang, langsung direspons dengan melakukan perlawanan hingga tawuran pecah.
"Mereka memang masuk ke sini, mau bakar mobil. Ada dua mobil mau dia bakar, mereka bawa bensin jumlahnya enam orang bawa busur panah juga ada parang," ucapnya.
Saat terjadi tawuran, korban berusaha melerai perang kelompok itu dengan menyuruh pemuda Sapiria masuk agar pertikaian itu tidak meluas. Naas, anak panah malah tertancap di dadanya.
"Dia (korban) mau suruh mundur anak-anak itu yang perang, coba menghalau. Mau dilerai, dia di depan tapi kena busur, di sininya (bagian dada). Tadi, banyak sekali orang saling serang pakai busur, ada juga bawa parang," katanya menuturkan.
Kejadian tawuran antarkelompok pemuda tersebut bukan kali ini pecah. Beberapa waktu lalu, sejumlah rumah dibakar, kendaraan dirusak hingga menimbulkan korban jiwa. Pertikaian dua kampung tersebut sudah lama berlangsung sejak 1989 lalu.
Baca juga: Dua tewas saat tawuran, Pemkot Makassar dan TNI/Polri serukan perdamaian di utara kota
Baca juga: Tawuran antarkelompok di Tallo gagal, ada polisi
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
