Makassar (ANTARA Sulsel) - Kolonel Laut (KH) Abdul Rivai Ras meluncurkan buku tentang kemaritiman dengan judul "Prakarsa Strategis: Tata Kelola Kemaritiman Indonesia" di salah satu hotel di Makassar.

"Dalam buku ini mengulas tentang bagaimana menjabarkan pengertian poros maritim itu sendiri yang belum terjabarkan dengan baik. Pokok permasalahannya berpangkal pada adanya gap knowledge, baik pada lingkup nasional maupun internasional," ujarnya di Makassar, Kamis.

Rivai Ras yang saat ini juga telah memproklamirkan dirinya untuk maju di Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan pada 2018 itu mengatakan, konsep kemaritiman di Indonesia itu lebih banyak merujuk pada peraturan internasional (Unclos).

Ia menjelaskan, saat ini poros maritim belum bisa berjalan optimal karena belum adanya definisi yang jelas. Tanpa kejelasan defenisi itu juga seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintahan Jokowi saat ini.

"Sampai sekarang saya belum lihat penjabaran poros maritim dan lima pilarnya di masing-masing kementerian dan lembaga," kata Kepala Program Pascasarjana Studi Keamanan Maritim Universitas Pertahanan (Unhan) itu.

Mengenai sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur juga harus disiapkan karena jangan sampai ketika pembangunan berjalan baru memulai belajar sumber daya manusianua.

"Sederhananya kita hanya merujuk dengan peraturan internasional (Unclos) dengan membangun regulasi agar tidak berbeda. Selanjutnya baru memetakan pekerjaan siapa yang mengurus di kolong laut, permukaan laut dan dasar laut," ulasnya.

Pada peluncuran buku Bro Rivai -- sapaan akrabnya, diawali dengan sambutan Komandan Lantamal VI, Laksamana Pertama TNI Yusup sekaligus membuka acara diskusi.

Adapun tema diskusi itu `Dinamika Keamanan Maritim di Kawasan Timur Indonesia untuk Mendukung Poros Maritim Dunia`.

Buku yang membahas kebijakan dan transformasi kelembagaan untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD) mengupas potensi sektor Maritim Sulsel secara mendalam.,

Langkah-langkah untuk mewujudkan Sulsel sebagai Poros Maritim Nusantara (PMN) dinyatakan dengan gamblang oleh Bro Rivai dalam bukunya.

Selain Rivai dan Danlantamal IV, narasumber lain seperti Prof Budiwawan (Kepala Pusat Penelitian Laut, Pesisir, dan Pulau Terpencil Unhas Makassar dan Zulkaf S Latief, (Kadis DKP Sulsel) juga hadir dalam sarasehan poros maritim itu.

Dalam sesi diskusi, Mantan Staf Khusus Sekretaris Militer Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono ini membeberkan sejumlah ancaman potensial di wilayah laut Indonesia bagian timur, menyangkut batas negara, perdagangan manusia (human traficking, lalu lintas narkoba, dan aktivitas illegal fishing).